ads

Khamis, 8 September 2011

06 di bukit tinggi - Google Blog Search


URL Sumber Asal :-

06 di bukit tinggi - Google Blog Search


hotel <b>di bukittinggi</b>

Posted: 26 Aug 2011 11:09 AM PDT

Hotel di Bukit Tinggi

Bukittinggi, sebuah kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.
Kota yang sebelumnya disebut dengan Fort de Kock dan pernah juga dijuluki sebagai Parisj Van Sumatera dan pernah juga menjadi ibukota Negara Indonesia. Kota kelahiran salah satu Proklamator RI yaitu Bung Hatta dan disebut juga sebagai Kota Pustaka. Jam gadang yang merupakan symbol kota ini adalah sebuah landmark di ketinggian jantung kota dan Persis Seperti Big Ben. Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk dan juga bersaudara dengan Saremban dari Negeri Sembilan di Malaysia.
Salah satu sektor andalan bagi kota Bukittinggi sendiri yaitu kepariwisataan, cukup banyaknya objek wisata menarik di kota ini . menjadikan kota ini sendiri disebut sebagai kota wisata. Banyak juga hotel di Bukittinggi dan biro perjalanan, sedikitnya ada 15 biro perjalan dan 6 hotel dikota Bukittinggi.
Lembah Ngarai Sianok, Taman Panorama yang terletak di dalam kota Bukittinggi merupakan salah satu objek wisata utama yang memungkinkan wisatawan untuk melihat keindahan pemandangan Ngarai Sianok.
Ditemukan 6 hotel di kawasan Bukit Tinggi.
Hotel Nuansa Maninjau Resort (3 Star)

Hotel Nuansa Maninjau Resort terletak di 700 meter di atas danau romantis Maninjau Sumatera Barat. Kamar-kamar baru refurnished dan direnovasi dengan iklim sejuk dari dataran tinggi Maninjau menyambut Anda, untuk menyegarkan kembali setelah hari yang sibuk. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi mereka yang biasanya terletak di area strategis, hingga mempermudah anda menjangkau pusat perkantoran, area komersil, niaga serta hiburan. Nuansa yang ditawarkan pun semakin beragam…
Embun Pagi-Maturmudik, Kab. Agam, Sumbar
Hotel Parai Holidays Resort (3 Star)

Hotel Parai Holidays Resort terletak di jantung kota, dekat dengan pusat perbelanjaan dua kilometer timur laut dari bandara, memungkinkan pengunjung untuk mencapai hotel mudah pada saat kedatangan.Di seluruh penjuru Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak lagi sulit mencari pilihan hotel berbintang. Tinggal anda yang menentukan hotel mana yang sesuai dengan keperluan anda, apakah untuk melakukan perjalanan bisnis, kepentingan korporat, liburan keluarga atau berbulan madu romantis. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan…
Jl. Raya Bukittinggi Km.7
Hotel Pusako (4 Star)

Hotel Pusako Hanya 90 menit berkendara dari Bandara Padang.fasilitas bisnis, restoran, ruang konferensi, dan kolam renang. Untuk bersantai dengan keluarga atau teman-teman di Pengalaman hiburan malam musik dan pertunjukan kesenian.Di seluruh penjuru Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak lagi sulit mencari pilihan hotel berbintang. Tinggal anda yang menentukan hotel mana yang sesuai dengan keperluan anda, apakah untuk melakukan perjalanan bisnis, kepentingan korporat, liburan keluarga atau berbulan madu romantis. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan…
Jl. Soekarno-Hatta 7, Bukit Tinggi
Hotel Royal Denai (3 Star)

Hotel Royal Denai terletak 50 menit dengan pesawat dari Medan.Di seluruh penjuru Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak lagi sulit mencari pilihan hotel berbintang. Tinggal anda yang menentukan hotel mana yang sesuai dengan keperluan anda, apakah untuk melakukan perjalanan bisnis, kepentingan korporat, liburan keluarga atau berbulan madu romantis. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi mereka yang biasanya terletak di area strategis, hingga mempermudah anda menjangkau pusat…
Jl. DR A. Rivai No.26, Bukit Tinggi
Hotel Royal Denai View (2 Star)

Hotel Royal Denai View Berlokasi tepat didepan Objek wisata Ford De Kock. Terletak 92 Km dari kota Padang atau sekitar 1,5 jam dari Bandara Internasional Minangkabau. Hotel Bintang 2 di Bukit Tinggi ini memiliki 27 room dengan 7 type superior room, 11 deluxe room, 9 suite room. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi mereka yang biasanya terletak di area strategis, hingga mempermudah anda menjangkau pusat…
Jl. Yos Sudarso No.7A, Bukit Tinggi
Hotel The Hills (4 Star) Ex. Novotel Bukit Tinggi

Hotel The Hills (4 Star) Ex. Novotel Bukit Tinggi mudah dijangkau dari sebagian besar tempat wisata dan alamat bisnis di Bukittinggi.Di seluruh penjuru Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak lagi sulit mencari pilihan hotel berbintang. Tinggal anda yang menentukan hotel mana yang sesuai dengan keperluan anda, apakah untuk melakukan perjalanan bisnis, kepentingan korporat, liburan keluarga atau berbulan madu romantis. Fasilitas hotel-hotel berbintang Indonesia juga semakin ketat berkompetisi dalam mengakomodasi tiap kebutuhan dan keinginan kustomer. Dari fasilitas MICE, akses wi-fi, ball room. Juga mengunggulkan keunikan dan dan pesona tersendiri tanpa meninggalakan kecanggihan serta profesionalitas pelayanan yang berbungkus senyuman ramah. Lokasi mereka…
Jl. Laras Datuk Bandaro 18, Bukit Tinggi

Suryadi | Minang Saisuak #61 - Pecinan <b>di Bukittinggi</b> Tempo Dulu

Posted: 14 Aug 2011 04:00 PM PDT

minang-saisuak-pecinan-di-bukittinggi-tempo-dulu

Belum banyak kajian sejarah yang dilakukan mengenai kedatangan kaum Tionghoa di darek (pedalaman Minangkabau). Apakah orang Cina masuk ke pedalaman Minangkabau menyusul kemenangan Belanda dalam Perang Padri (1837) atau mereka sudah melakukan hubungan dagang dengan orang Minang di dataran tinggi (darek) sebelum orang Eropa datang ke pantai barat Sumatra? Apakah mereka masuk ke pedalaman Minangkabau dari 'pintu timur' atau 'pintu barat'? Hal ini belum jelas benar terdeskripsi dalam buku Erniwati, Asap Hio di Ranah Minang; Komunitas Tionghoa di Sumatera Barat (Yogyakarta: Ombak dan Yayasan Nabil, 2007), dan oleh karenanya perlu diteliti lebih lanjut.

 

Di Bukittinggi (yang di zaman kolonial bernama Fort de Kock) orang Tionghoa sudah lama juga bermastautin dan memainkan peran yang cukup siginfikan di bidang bisnis. Rubrik 'Minang Saisuak' Singgalang Minggu kali ini menurunkan foto klasik satu sudut kawasan Pecinan di Bukittinggi. Tidak ada keterangan kapan foto ini dibuat, tapi mungkin dalam periode seperempat pertama abad ke-20 atau lebih awal. Disebutkan bahwa produsernya adalah Toko Agam yang bentuk fisiknya terekam dalam foto ini. Toko ini adalah milik seorang Cina yang bernama Liem Sioe Yaam. "Fort de Kock Chineesche-kamp", demikian judul foto yang aslinya berbentuk kartu pos (prentbriefkaart) ini. Jadi, tampaknya kartu pos yang dicetak oleh Toko Agam ini sekaligus merupakan media untuk mempromosikan toko tersebut: fungsinya kurang lebih sama dengan almanak yang diproduksi oleh toko-toko modern sekarang.

 

Bagunan fisik Toko Agam ini kelihatan cukup kokoh. Toko ini bertingkat dua, dengan pintu dan jendela dibuat besar menyerupai pintu-pintu dan jendela bagunan-bangunan di Eropa. Jalan di depan dan di samping toko ini kelihatan masih lapang. Dalam koran-koran lama ditemukan beberapa iklan atas nama Toko Agam ini. Barang-barang yang dijual berupa tekstil dan juga jenis-jenis barang impor lainnya.

 

Seperti banyak kota lainnya di dunia, kawasan Pecinan jelas merupakan salah satu landmark kota Bukittinggi yang menjadi salah satu kota kebanggaan orang Minang. Sekarang di kawasan ini masih tersisa bangunan-bangunan lama, dan mungkin juga bekas Toko Agam masih ada. Kalau saya tidak salah dekat toko ini dulunya juga ada Percetakan Merapi yang cukup terkenal, yang telah ikut menyumbang dalam menumbuhkan tradisi keberaksaraan (literacy) di Minangkabau. Barangkali juga keturunan pemilik Toko Agam, Liem Sioe Yaam, masih meneruskan usaha nenek moyangnya sampai sekarang.

Seyogianya kawasan Pecinan Bukittinggi dilestarikan. Semoga angin lalu dapat menyampaikan pesan saya ini kepada Bapak Walikota dan anggota legislatif kota Bukittinggi.

 

Suryadi – Leiden, Belanda. (Sumber foto: Leo Haks en Steven Wachlin, IndonesiĆ«; 500 oude prentbriefkaarten. [Alphen aan de Rijn]: Atrium, 2005:34).

 

Singgalang, Minggu, 14 Agustus 2011


0 ulasan:

Catat Ulasan

 

BLOG PAHANG

Copyright 2010 All Rights Reserved