ads

Khamis, 2 Jun 2011

06 di ceruk paloh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di ceruk paloh - Google Blog Search


Dakwah kampung… « indahnya hidup ini dengan agama…

Posted: 05 May 2011 06:03 PM PDT

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha mengasiihani…

Alhamdulilah…segala puji hanyalah bagi Allah tuhan sekalian alam…

Maafkan daku…

Sudah terlalu lama aku tidak mengemaskini blog usangku ini..Ada beberapa orang yang aku jumpai bertanyakan perihal blogku yang sudah lama tidak di update,di dalam hatiku berkata : 'Alhamdulilah..ada juga yang sudi membacanya!!'

Ramai yang bertanyakan keadaan diriku sekarang,sekarang aku sudah bergelar guru J-QAF di dalam Opsyen Bahasa Arab di sebuah institusi perguruan di Batu Pahat,dan seperti biasanya bagi seorang guru J-QAF sepertiku akan diletakkan ke sebuah sekolah sebagai latihan mengajar..dan sekarang aku ditempatkan di sebuah sekolah yang bernama Sekolah Rendah Kebangsaan Kampong Chamek di Paloh,Kluang,Johor Darul Ta'zim..lebih kurang 2 jam perjalanan dari Jasin ke sana..

Aku duduk di sebuah rumah kuarters guru yang disewa bersama-sama dengan 2 orang ustaz muda lain yang amat baik peribadi dan akhlaq mereka..yang mana mereka berdua merupakan rakan dakwahku kepada para penduduk Kampung Chamek ini…

Daku teringat akan sebuah kata-kata daripada imam idolaku selepas baginda nabi sallallahu alaihi wassalam iaitu Al-Imam As-Syahid Hasan Al-Banna di dalam sebuah kitab beliau : 'Di antara tanda seorang lelaki yang soleh ialah dia akan meninggalkan negeri yang didiaminya dengan para penduduk yang beriman kepada Allah dan beramal soleh'

Aku merupakan di antara orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang lelaki soleh,dan aku kongsikan cita-citaku ini bersama dua orang ustaz ini yang mana kami makin rancak merangka pelan-pelan dakwah kepada penduduk kampung ini…Alhamdulilah bersyukur aku ke hadrat Allah kerana sebelum kedatanganku ke kampung ini,Ustaz Fadhil yang merupakan seorang graduan UKM sudah memulai program pembudayaan Al-Quran kepada penduduk kampung..pakcik-pakcik yang hadhir akan mengikuti bacaan Ustaz Fadhil seterusnya ustaz akan menterjemahkan ayat yang dibacanya seterusnya ayat-ayat yang sudah dibaca dikupas dengan lebih mendalam..teramatlah cantik dan indah sekali dakwah sebegini..

Dua hari lepas pula hasil mesyuarat ahli-ahli jawatankuasa masjid kampung pula telah meluluskan permohonan kami untuk mengisi setiap malam dengan kelas-kelas agama yang lebih konsisten..kami diberikan bidang ilmu masing-masing..Ustaz Fadhil meneruskan Program Pembudayaan Al-Quran,aku pula akan membuka kitab Feqh Manhaji di dalam Mazhab Syafie' manakala Ustaz Hasyrie akan membuka kitab tajwid dan akan membetulkan bacaan para penduduk kampung…Demi Allah perjalanan dakwah ini adalah teramat manis dan tidak terucap oleh kata-kata!

Program orang muda dan tahniah…

Tujuan aku menceritakan perkara ini semua bukanlah untuk mendabik dada mengatakan bahawa kamilah pendakwah di jalan Allah!! Minta dijauhkan amal yang tidak ikhlas kerana Allah sepertimana Allah jauhkan jarak di antara Timur dan Barat…cerita ini semata-mata hanyalah ingin mengajak kaum muda semua menghargai masa muda kita dengan mengajak orang islam mengenali dengan lebih mendalam agama mereka sendiri walau di ceruk bumi mana pun kita berada!! Andai tidak dilakukan ketika di usia muda,apabila badan sudah sakit-sakit nanti mulalah berkata-kata : 'Kalaulah masa muda dulu aku buat ini dan itu'..ceh!

Dan hasil pengalaman dua orang ustaz ini yang penuh sarat dengan idea-idea program-program islami yang menarik orang muda ke masjid dengan izin Allah aku berharap agar dengan usaha ini lebih ramai orang muda akan terlekat hati mereka ke masjid dan akhirnya bakal mendapat lindungan arasy Allah di hari yang tiada sebarang lindungan melainkan lindungaNya…

Seterusnya tahniah aku ucapkan kepada rakan-rakan seperjuangan di bumi Melaka yang sudah menyusun saf kepimpinan pemuda yang baru..tiadalah lain hanyalah aku mendoakan dari kejauhan kejayaan dakwah di bumi sendiri…

Masalah permasalahan…

Dan masalah yang kami hadapi di sini pula ialah kekurangan orang muda untuk ke masjid tahap pupus!! Dan Alhamdulilah hasil perbincangan kami bertiga dan beberapa orang kampung yang sangat rapat dengan kami,beberapa program telah dirancang bersesuaian dengan kesukaan orang muda kampung ini..ada yang berbentuk outdoor dan ada yang berbentuk kerohanian..dan diharapkan tiada pula puak-puak pejuang bangsa menghalang jalan dakwah ini dan jikalau ada pun aku mendoakan semoga Allah tunjukkan mereka jalaNya yang lurus dan inilah cabaran dakwah daripada zaman para rasul sehinggalah zaman sekarang yang mana sememangnya tidak pernah menjanjikan karpet merah dan bunga rampai tetapi yang ada hanyalah duri-duri dan jalan yang penuh liku dan kesusahan tetapi tersimpan seribu kemanisan jika dihiasi dengan ikhlas dan tenang dengan janji-janji Allah yang maha benar!!

Dalam usaha mengumpul orang muda supaya melekat ke masjid ini,maka adalah tidak bijak jikalau dakwah lebih menempelak ibadat-ibadat turun temurun mereka seperti membaca Surah Yaasin di malam jumaat dan membaca tahlil,kerana apabila aku sudah masuk ke dalam dunia orang kampung,barulah aku sedar bahawa ibadat-ibadat sedemikian mempunyai kuasa yang besar untuk mengumpulkan muka-muka yang tidak pernah ke masjid,oleh itu,aku bersikap tidak melarang ibadat sedemikian tetapi membetulkan pemahaman mereka tentang ibadat,aku mencadangkan agar ditambah membaca Surah Al-Kahfi sekembalinya daripada membaca Surah Yaasin dan beberapa lagi tambahan ibadat yang lain yang lebih menepati sunnah dan tidak pula memecah belahkan perpaduan mereka dan menghalang niat mereka untuk ke masjid…

Kerana apa yang penting bukanlah aku dapat menegakkan sebuah kebenaran hujjah dan bersikap tegas di dalam agama tetapi ianya adalah dapat menarik mereka ke masjid dan memahami ajaran agama Allah dan mengamalkanya di dalam kehidupan seharian mereka agar dapat mengundang barakah di bumi bertuah ini…

Aku berharap blog ini bakal berjalan semula seperti biasa dengan dihiasi ilmu-ilmu Allah serta peringataNya dan mutiara kata baginda nabi sallallahu alaihi wassalam..opss lupa cakap,di bahagian tab akan diletakkan beberapa lagi terjemahan yang sudah dilakukan tetapi belum diletakkan lagi di sini..

HIDUPLAH PERJUANGAN ISLAM SELAMANYA…

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

PALAS NETWORK: Pasar Bebas Partai Politik

Posted: 07 May 2011 07:00 AM PDT

Sejarah partai politik (parpol) di Indonesia selalu berulang. Setiap menjelang pemilu selalu ada parpol baru yang muncul dan mencoba peruntungan untuk bersaing pada perhelatan demokrasi lima tahunan.

Kini,wajah-wajah parpol baru pun mulai menampakkan diri ke permukaan, antara lain Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Nasional Republik (Nasrep),Partai Persatuan Nasional (PPN), dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI).Tentu,hasrat politis untuk berserikat dalam parpol merupakan hak konstitusional warga negara meskipun upaya mewujudkan hasrat tersebut kerap kali tak dibarengi modal yang kompetitif.

Tipologi Parpol

Tak berlebihan jika kita sebut demokrasi kita saat ini telah menjadi pasar bebas parpol. Siapa pun dapat mendirikan parpol dan berkompetisi dalam pemilu setelah melewati berbagai syarat formal dan lolos menjadi kontestan, baik karena menyiapkan diri maupun karena keahlian para politikus meretas beragam celah aturan main yang tersedia. Pengalaman pada Pemilu 2009, dari 38 parpol yang menjadi kontestan, hanya 9 yang bisa melampaui angka parliamentary threshold (PT) 2,5% dan akhirnya menjadi penghuni rumah rakyat di Senayan. Jika kita amati,paling tidak ada empat tipologi parpol baru yang saat ini mulai beredar.

Pertama, parpol yang diinisiasi oleh elite yang tersisih dari atmosfer kekuasaan parpol besar. Partai Nasdem masuk dalam kategori ini. Sebagaimana kita ketahui, Nasdem tak terpisahkan dari sosok Surya Paloh meskipun secara formal tak diketuai langsung olehnya.Konteks kelahiran Nasdem diawali histori kontestasi Paloh vs Aburizal Bakrie dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Saat Paloh tersisih, dia mulai mengejawantahkan hasrat politisnya lewat Nasdem. Memang, secara organisasional Partai Nasdem dipimpin oleh Patrice Rio sebagai ketua dan Ahmad Rofiq sebagai sekretaris jenderal.Namun,publik juga sangat paham bahwa genealogi politik Nasdem bisa dirunut ke Paloh.

Mirip posisi SBY di awal kelahiran Partai Demokrat, tak duduk sebagai ketua umum parpol, tetapi berada di puncak hierarki kebijakan organisasi sehingga memiliki kuasa menentukan arah perjalanan parpol.Paloh dalam konteks ini sedang menjalankan two step models of leadership. Model ini digunakan untuk manajemen tes situasi dan respons khalayak dalam sebuah pasar bebas parpol yang begitu kompetitif. Jika Nasdem di kemudian hari gagal bersaing dalam pasar bebas parpol, orang diharapkan tak akan langsung menunjuk sebagai kegagalan total Paloh karena secara manajerial, organisasi ditukangi oleh orang lain.

Kedua, parpol baru yang muncul dari konflik organisasional yang menyebabkan dualisme kepengurusan. PKBI merupakan parpol produk konflik terbuka antara kubu Muhaimin Iskandar dan putri kedua almarhum Gus Dur,Yenny Wahid.Tertutupnya islah melahirkan keputusan pendirian parpol baru yang sama-sama akan menggarap basis masa kaum nahdliyin. Tentu, modal awal PKBI adalah reference power dari figur GusDuryangdilekatkandengan sosok Yenny sehingga diharapkan menjadi katalisator modal sosial, politis, dan finansial bagi ekstensi PKBI ke depan. Jika berbicara ceruk pasar kaum nahdliyin yang sangat potensial, tentu kehadiran PKBI sedikit banyaknya akan merugikan eksistensi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2014.

Ketiga, parpol produk agregasi politik dari beberapa kekuatan yang telah ada sebelumnya. Partai Persatuan Nasional (PPN) merupakan hasil fusi dari 10 partai kecil. Dalam UU No 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik muncul sejumlah pengetatan aturan,misalnya verifikasi parpol yang harus selesai paling lambat akhir 2011, keharusan memiliki kepengurusan di 33 provinsi, 75% kabupaten/kota yang ada di provinsi, serta minimal 50% kecamatan di kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Belum lagi polemik soal peningkatan angka PT dalam pembahasan RUU Pemilu Legislatif yang dirasakan kian mengancam eksistensi parpol-parpol kecil.Maka,setelah mengalkulasi hitung-hitungan politik ke depan,10 parpol kecil itu akhirnya bersepakat melakukan fusi.

Keempat, parpol baru pengusung romantisme sejarah Orde Baru.Pasca-Reformasi selalu ada tipe parpol yang jualan utamanya adalah kedigdayaan politik Soeharto. Misalnya, menjelang Pemilu 2004, tepatnya 9 September 2002, didirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) oleh Jenderal (Purn) Hartono yang menggandeng Siti Hardijanti Rukmana sebagai salah satu deklarator. Napas serupa sepertinya kini juga ada pada parpol Nasrep dengan memosisikan Tommy Soeharto sebagai modal dasar pergerakan Nasrep.

Persaingan

Keberadaan parpol dengan identitas baru, tetapi tipologi lama ini sepertinya berat bersaing di era demokrasi pasar bebas. Pertama, munculnya titik jenuh khalayak terhadap keberadaan parpol. Sikap dan perilaku politik para politikus lintas parpol nyaris seragam, yakni kurang merepresentasikan aspirasi rakyat.Sementara parpol baru yang hadir tak memiliki cukup nilai distingtif yang bisa memberi impresi sekaligus referensi baru bagi pemilih. Kedua, parpol baru pun masih terjebak pada identifikasi citra simbolik elite daripada jejaring kader ideologis. Misalnya lebih mengedepankan nama-nama besar Surya Paloh, Yenny Wahid (Gus Dur),Tommy (Soeharto). Ketiga, regulasi yang lebih ketat baik dalam UU Parpol maupun dalam UU Pemilu.Tentu, ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi parpol baru.

Peluang parpol baru memang kecil,terutama jika mereka tak mampu mentransformasikan gagasan dan hasrat politis mereka di level kerja praktis, jejaring kader dan massa mengambang, figur,sumber finansial, serta berbagai pendekatan marketing politik berbasis komunitas. Ke depan pasar bebas parpol di Indonesia seharusnya memasuki fase konsolidasi, bukan terus-menerus menjadi ajang pencarian peruntungan para petualang.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di janda baik - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di janda baik - Google Blog Search


<b>Janda Baik</b> Project 8 « Keep Calm and Blog

Posted: 23 May 2011 07:38 AM PDT

Hello! (:

Somehow, I feel like I have abandoned this blog for what seemed like ages but of course, I just blogged about a few days ago. I wanted to blog so badly yesterday after I got back but I reached home at about 6:30pm and I was busy 'updating my life' on Twitter, Facebook, etc that I didn't even have the time to upload the pictures I took, let alone update this blog. So, forgive me to those who have been waiting for an update.

Haih. It feels good talking like there are millions reading when in reality, there are only about 2? Or 5 at most? :mrgreen:

I have so many things to say! So many things! But I just don't feel the 'spirit' by simply blogging about it. Vlogging? Hmph, people will fall asleep watching me in video and so on, so I shall just write whatever I feel like writing okay?

First of all. My purse.

I cried like I lost a baby on Friday, 1 hour before the trip because I honestly thought I lost my purse. I cried and cried until my friend, Peggy, told me to search for it at the building I went before this. So, I quickly took the bus while my poor group members had to load the stuff onto the vans etc and luckily, the bus didn't take long. I ran as quickly as I could and as I entered the building, Alhamdulillah, I was so freaking relieved to find my purse, right at the building's lobby, on the computer table, right in front of the entrance, untouched, despite having a few hundreds in it.

Words can hardly describe my relief. Really. I am just super grateful. I really had considered not going on the trip while I was crying actually. Thank God, my senses came back to me, and thanks to Peggy as well for convincing me to go find it :')

Anyhoo, we made our way to Janda Baik at around 6pm. There was a slight traffic jam but after that, the journey was a smooth one. We reached Janda Baik at approximately 7:30pm and was greeted warmly by our host.

It was quite a long night, as committee members this trip, we were the ones who had to sort of the stuff we brought, prepared them for the next day, etc. But yeah, basically, the first night, we had a little story telling time with our host and after that, we played games among ourselves and THAT was very fun despite being bullied by the facilitators to dance -.- Though I enjoyed it very much because I have no idea where I got the energy and the courage to dance like a monkey in front of so many people. Oh yeah.

Moving on -.-'

The next day, we started our day by going to the Orang Asli's village at 9am+. The journey was so much fun because I got the chance to sit at the back of a pick-up truck, the Nissan Navara and damn, it was so much fun feeling the wind and boucing whenever there were bumps and all that :mrgreen: Such a good experience for me.

yeay!

woohooo!

At the village, we gave out the food items, the clothes and this time, we had so many snacks to give to the children, thanks to our sponsors from Peggy's mother especially, as well as Nadia's. It felt nice seeing the children looked kind of shocked that they were given so many things :-) And yes, who wouldn't be touched and happy seeing children so happy, right?

entertaining the kids.

giving out the food items.

my favorite little boy there :')

photo right above taken from facilitator Camille.

Despite the blazing hot weather, I really enjoyed my time there and yes, we didn't get the chance to have like educational workshops or whatsoever because I have to admit, we don't really have the right knowledge on how to communicate them in terms on educating them. Really wish we could have done that though. Plus, we had to go back early for fear it might rain. So… Yeah :-(

Back at the house, we had lunch, spaghetti! Was told that it was the best spaghetti in Janda Baik. Have to agree that it was nice though. Ruined my diet but oh well :mrgreen:

After that, some of us went to rest while most of us had a picnic under a tree and played charades. That was fun. Haha. Girls vs guys. So you know how competitive we were at that time.

It was only 3pm at that time when we decided to take a walk to the river nearby while waiting for our host who told us she would take us to a nice river at 5pm. And so, all of us walked (luckily the weather was less hot by then) just walked until we found a river to hang out at.

Pictures:

the river we found (:

(:

me, Nadia & Yuyu

Went back to the house at 4:00pm. Those who still had some energy left went to the hut and we played Twister and my God, I didn't know my skills at flexing my body were that bad!!! I lost almost every time I played it. Not only that, I was also the first one to lose, every, time! :mad: Such a humiliation :-?

the guys.

But I don't want to hold on to the past anymore. Sigh. So, let's move on to the time when we went to the real river! I don't have pictures of us there though because I was too busy playing with the super cold water. Besides, there were many others who were handling all the photography stuff, so I guess sooner or later, I'll get to see the pictures :-)

Had so much fun at the river despite hurting myself and getting cuts here and there and risking my life but yeah… It was a wonderful experience with hidden meanings shut up Farhanah bye.

After the river, let's just say, all 20 of us excluding the driver went back in one trip on the Nissan Navara. CRAZY and my tummy was pressed so hard to the roof every time we had to brake. It was a crazy yet fun yet dangerous experience but I would go through it again if I had the chance with a slight change and…. cue to shut up should be around NOW! Bye again.

That night, we just made preparations for the workshops and station games and the facilitators wanted to have a barbecue session but failed. Tried to make a fire from 11pm until past midnight I think. Yeah. So sad. We fried the chickens the next day instead :-)

I know I know. This trip seems like it was more like a fun trip compared to a charity trip but really, we didn't have much choice. We were only informed a few days before the trip about the orphans not being able to join any activities on Saturday because they had to attend one of their staffs' wedding :-| So, it's not like we wanted to have fun, we just had no other choice. I mean, might as well just do at least something than mourn about the fact that the orphans were away, right? Yeah.

Sunday!

The orphans came at about 9am and we started with our educational workshops. I'm actually really proud of the facilitators because I think they did so much better than the time we, committee members, were facilitators. Only few little kids were being slightly passive but even so, the facilitators still managed to capture their attention later on.

And I was super super super touched when the kids who were about 6-11 year old, drawing themselves as doctors and police. They have such great ambitions and it scares me to imagine what their future will be. It's just so scary. I wish I can help them more. Guide them. Or even better, adopt them! But yeah, there is only so much I can do :-(

Well, yeah, anyway, they seemed to enjoy the station games as well. Most importantly, they were so happy that they got new shoes (a special thanks to one of our facilitators, Ragu who sponsored the shoes) and stationery and so many snacks.

Ya Allah, seriously, I can't ever forget their eager and excited expressions while we were giving them those stuff. Even touched when some of the kids even remembered my name since our last trip. And the biggest moving moment when some of the kids came to say goodbye to me and they shook my hand and, okay, I think I am tearing up.

Our host told us that we did well because eventhough the boys just came back at 6 in the morning, they seemed so energetic for our activities. That's something we should all really be proud of.

(:

the drawings :')

I really want to see them again. Really wish I could organize another trip or something so that I can make sure it's not our last trip there :'(

Sigh. Yeah.. Everything ended at about 2:30pm. The kids went back and we cleaned up everything and packed our things for the vans which were coming at 4:30pm. Had a good postmortem meeting in my opinion and then, off to HELP.

It was…. an awesome trip now that I think of it. Despite our hooha-s, our mistakes, our downsides, it was still a good trip and I am so happy it went so well :-)

I.

Am.

Tired.

:shock:

Honestly, the exhaustion from the trip is still here. Had to wake up at 6:30am this morning for my 8am class (which was so boring to the power of 10000000, I even slept in class for the first time ever since I started college life). And we went back at 3pm. And now, I am blogging. And yeah, I'm tired.

Tomorrow, we have class from 8am to 5pm and die die DIE!

I can only have my rest once class is over tomorrow. And can sleep in on Wednesday since my class only starts at 2pm on Wednesdays. Sigh.

Okay. I took several hours to write everything. Need to start focusing on assignments and revision now. Results have been released this afternoon and Alhamdulillah, I'm somewhat happy with it. Not entirely though because it's not what I would call excellent but happy I've gotten above B- for all Psychology subjects. Must do better for second year despite it being harder. Must.

Right. I guess that's all for now. Busy week. Back to being a busy bee. Bye-bye!

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Mas ker Linda™: Gathering tahun ke3 <b>di Janda Baik</b>

Posted: 30 May 2011 02:26 AM PDT

Plan tahun ke3 ni semua di lakukan oleh Pn Jei. Dari mencadangkan, reiki (tak tahu eja), dan jugak menghubungi serta menempah lokasi terbabit. Semua Jei yang arrange. Lokasi Janda Baik ni dah lama Jei plan. Masa kami gath tahun lepas lagi. Biasanya kos chalet yang ada bilik air kat Janda Baik agak mahal. Tapi yang Jei dapat cari ni murah jek. RM100 weekdays & RM120 weekend. Chaletnya ada 6 buah jek. Tempatnya chalet Kobaik..

Dalam perjalanan.. sini dah masuk Janda Baik, kami tersekat sebab ada penggambaran. Drama atau filem tidak ler di ketahui. Tapi bak kata polis bantuan yang jaga lalulintas, tajuk shooting berkenan horey horey... Macam citer lawak jek.

Di kampung di Janda Baik ni, ada kedai runcit. Di sini kami membeli ais batu & arang. Tak jauh dari Kobaik.

Pintu masuk chalet kami... ada 3 buah yang berkembar dua. 3x2=6.

Cantikkan chaletnya... chalet batu.

Ini pulak bahagian verandah belakang chalet kami.. di sinilah tempat kami berBBQ, berborak dsb. Verandah belakang ni betul2 menghadap sungai.

Ini pulak bahagian dalam chalet. Walaupun chalet kecil tapi sangat selesa. Ada TV, mini bar, heater, almari. Kami tak kesah sangat dengan chalet yang kecil sebab kami masuk chalet hanya waktu nak mandi, tukar baju & tidur sahaja. Yang selebihnya melepak kat luar atau ke sungai.

Pintu bilik air.. 

Aksi Adam yang tak sabar untuk meng gogel.. Itu gogel anak2 Jei.

Sungai cetek di belakang chalet kami... Airnya sangat cetek.

Dekat batu ni ler bebudak melepak bila dah kesejukkan.

Pic ni amik kat fb Jei... Lokasi Kobaik betul2 bersebelahan D'Ark. Ikut aje signboard D'Ark.. No telefon untuk tempahan 017-923 8720..

Lain2 facilities... ada disediakan tong BBQ. Kena bawak arang sendiri. Dan bawak jaring sendiri. Yang ada mungkin dah kotor atau karat.

Kerusi meja jugak ada di sediakan di setiap bilik. Bilik jugak ada aircond yang sejuk tahap beku pada waktu malam... gegel punya.


Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di mempaga - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di mempaga - Google Blog Search


TiNie&#39;s BLoG::.: .::Cherating Pahang

Posted: 18 May 2011 08:32 PM PDT

Perjalanan dari kenduri di Mempaga Bentong diteruskan
Kami ke Cherating, actually dapat voucher free
Menginap 3hari 2malam di Legend Resort, Cherating

Tapi sebab takde masa, kami cuma menginap 1malam saja
Dari Bentong ke Cherating lebih kurang 3jam juga

Sebelum ke sana, aku ada juga search apa yang menarik di sini
tapi agak kurang ye entry pasal cherating, xbanyak xtvt yg menarik
oke sampai je sana, cari makan tengahari dulu
Sebelum sampai resort, lebih kurang 10km lagi
Kami singgah mengisi perut dulu, di sini
Makan rojak ayam, dan nasi ayam..bagi 4/5 bintang lah..
Sedap bagi tekak yg tak berapa lalu makan ni,
Rojak ayam dia macam rojak manjung,
Ayam goreng cincang,cucur udang garing,telur,sayur ket ngan sambal kacang
nyummmy...dan nasi ayam dia sedap,campur beras siam aku rasa..
memang sedap..harga pon biasa jek..Rm4 sepinggan..
Sedap punya pasal esoknya nak balik kami beli bungkus..haha

oke, dah sampai resort, rehat2 dan petang g mandi kolam
aktiviti yang paling si cilik nur syaza ni suka..berani dh turun kolam sndiri
dan juga g pantai cherating kat belakang resort tuh..
cantik pantainye, bersihhh je..pasirnya halussss..
ramai gak yg mandi pantai, kami jln2 je..
kalau tempat untuk gathering, team building ke..menarik ni..
tempat aku perak ni pon ada pantai tapi sebelah pantai timur ni
pantainya lain la sikit banding ngan pulau pangkor tempat aku kn..

malamnye, kami carik makan, hubby kata kwnnya ckp
kedai Awang sedap..carik la..sekali tutup daaa..pusing2, decide kat sinilah
Pok Su Seafood,pelabuhan 3..nampak menarik, belakang ada surau lagi..
tapi ramai sgt orang,so lambat la servisnya, tunggu 40minit baru dpt.. :(

masakan, bolehla..tp sebab lambat kn, so yg sedap pon jadik biasa jek..

esok paginya check out awal, sebab nak pusing2 cherating lagi..
pusing kat Pusat Penetasan Penyu, ermm tp tak masuk pon,
pusing jek..hek..xcukup masa..
kalau dapat masuk, best juga boleh tengok penyu live,
kalau nak tengok penyu menetas pon boleh, tapi malam la,
yang aku dengar biasa bulan 4 or 5..package ni resort pon ada sediakan..
then pusing lagik, yg kami perasan, sepanjang pantai cherating tuh
penuh dgn resort, susah nk jumpa public beach..nak jugak tengok gane
so jumpalah tmpatnya, sambil tuh ingat nak usya kedai2 souvenirnya..
hmm sorry to say tak menariklah,ada kedai barang2nya berhabuk
bahasa lain,berkerakk jek..haha..takde le beli pe sgt..

pusing lagi sambil dalam perjalanan menuju Pekan Pahang pula
rumah keluarga angkat aku..
kami susuri dan masuk ke Teluk Cempedak,Kuantan,
wahhh siap ada McD & KFC tepi pantai ye..ramai gak orang sini..
then pergi jugak tepi pantai Black Stone.. unik..sbb ada batu2 itam kat tepian pantai
oh ye, singgah beli keropok lekor, sata,otak2..wahhh i like menda2 nih..
selera jek aku makan ye..haha..sepanjang menu ke Pekan asyik singgah2 cari mkn huhu
Nasi Dagang..yeyyyy.kalau ikutkan aku bukanlah penggemar nasi dagang.
Tapi masa kat umah famili angkat kat Pekan, ayah belikan nasi dagang ni
untuk sarapan pagi sebelum bgerak blk.
Walaweiii sedap sampai aku teringat2 dalam keta
masa perjalanan pulang ke perak..cewahhh..selera je..

Nak balik dari Nenasi Pekan ke Perak, masa kami singgah gerai2 buah
untuk borong Nenas & Jeruk2..tayar pulak pancit, sian suamiku..huhu
setengah jam jugak menunggu tukar tayar..erkk kalo aku yg buat..2jam
belum tentu siap tanggal n pasang oke..haha
sementara menunggu sempat la aku dengar mak mertua
korek kat akak penjual nenas tu
tips pilih nenas,katanya pilih mata yg besar2 n cekang2..
dan kalo nak tanam, anaknye tuh amik, then potong bahagian bwh tuh
buang sket daun2 kat bwh untuk mudahkan keluar akar..
mak mertua aku beli eh bukan borong nenas xbyk,lebih kurang 12biji jek..
haha..ala..nanti nak bg orang sana sini,buah tgn,then nk buat jem nenas lagi..
sana mcm2 nenas ada, nenas madu yg kecik2 comel, nenas sarawak besor2 bagak..
biasanya jual 3biji rm5, 3biji rm10,4biji rm10..kalau pandai tawar menawar
boleh dapat free sbiji dua or sebotol kecik jeruk lagi.hehe
siap tukar tayar baru kat bandar Pekan, kami pon meneruskan perjalanan
ada singgah jap ape ye nama tmpt tuh,beli kopok losong,kopok lekor..
tak sah kalau tak beli kan..huhu
balik ke Perak.. 8.30am dari umah ayah kat Pekan Pahang, 7.30pm sampai
umah kat Lekir,Perak.. jauh perjalanan kami,agak letih tapi puas melihat
keindahan alam..Alhamdulillah..

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di merapoh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di merapoh - Google Blog Search


Halaman Gambar Menarik, Pelik, Artis Panas & Macam-Macam Lagi <b>...</b>

Posted: 13 May 2011 08:13 PM PDT


BIARPUN dalam keadaan cuaca sejuk, para peserta ekspedisi tetap ceria bergambar kenangan tanda kejayaan mereka menjayakan ekspedisi pendakian.


AKTIVITI mendaki gunung di negara ini sudah semakin popular dalam kalangan golongan muda termasuklah pelajar di institusi pengajian tinggi (IPT). Tidak ketinggalan menakluk gunung-gunung di dalam negara ialah Kelab Rekreasi Unisains dari Universiti Sains Malaysia (KRU USM).

KRU USM baru-baru ini menjayakan ekspedisi mendaki Gunung Tahan di Pahang sebagai salah satu aktiviti kelab itu pada tahun ini. Aktiviti selama empat hari tiga malam itu disertai oleh 27 orang peserta bersama tiga pegawai pengiring termasuk penulis dengan menjadikan laluan Merapoh-Gunung Tahan-Merapoh sebagai trek pendakian.

Terkenal sebagai puncak gunung tertinggi di Semenanjung Malaysia dengan ketinggian 2,187 meter dari paras laut, sudah semestinya laluan yang tersedia menjanjikan pelbagai cabaran untuk ditempoh oleh para pendaki.

Hari pertama

Para peserta tiba di pekarangan Taman Negara Tahan di Merapoh, Kuala Lipis kira-kira pukul 5.30 pagi setelah menempuh perjalanan jauh selama hampir 10 jam dari Pulau Pinang dengan menaiki sebuah bas yang disediakan oleh Pusat Sukan USM.

Selepas solat subuh dan bersiap untuk memulakan perjalanan, para peserta terlebih dahulu diperkenalkan kepada tiga orang jurupandu arah dari Taman Negara Tahan yang akan menjadi pengemudi sepanjang pendakian dilakukan.

Kemudian, kesemua peserta diberi taklimat berhubung fungsi Taman Negara Tahan dan bentuk muka bumi serta flora dan fauna yang menjadi penghuni di sekitar Taman Negara Tahan. Perjalanan menaiki kenderaan pacuan empat roda dari pekarangan Taman Negara Tahan ke Kuala Juram hanya mengambil masa kira-kira 20 minit.

Cabaran sebenar dalam ekspedisi itu bermula dari Kuala Juram apabila para peserta mula menggalas beg masing-masing yang mempunyai berat purata antara 15 hingga 20 kilogram. Kami memulakan perjalanan hari pertama pendakian menuju ke tapak perkhemahan pertama di Kuala Koh sejauh 12 kilometer (km) pada pukul 11.30 pagi.

Walaupun pendakian hari pertama hanya mengambil masa kira-kira lima jam perjalanan meredah hutan menyusuri laluan yang agak landai selain melintasi tidak kurang dari empat batang sungai, ia sudah memadai untuk dijadikan pemanas badan sebelum memulakan pendakian pada hari kedua yang lebih mencabar.

Hari kedua


LALUAN merentas sungai juga antara cabaran dalam ekspedisi mendaki ini.


Seawal pukul 6.30 pagi, sebahagian peserta sudah sibuk menyiapkan juadah untuk makan pagi manakala sebahagian lagi menyiapkan diri dengan memakai semula 'uniform' untuk meneruskan pendakian.

Tepat pukul 9 pagi, perjalanan diteruskan dengan menyusuri sebatang sungai sebelum bertemu dengan trek pendakian yang lebih mencabar.

Cabaran perjalanan yang dimaksudkan itu adalah permukaan agak menegak dari Kem Kor ke Kem Permatang dan itu memaksa para pendaki memerah keringat. Di laluan itulah kekuatan mental dan fizikal para peserta mula teruji – sama ada mereka benar-benar mampu bertahan atau pun mudah menyerah kalah sebelum tiba di puncak.

Walaupun penulis mempunyai pengalaman mendaki hingga ke puncak Gunung Tahan lapan tahun lalu menerusi trek dari Kuala Tahan, namun tidak dapat dinafikan cabaran trek Merapoh bukanlah sesuatu yang boleh dipandang ringan.

Trek tersebut membuatkan ramai para pendaki terutamanya yang baharu berjinak-jinak dalam aktiviti lasak ini 'dibelasah' teruk oleh alam semula jadi sehingga ada yang sudah menganggap pendakian tersebut adalah yang pertama dan terakhir bagi mereka.

Laluan dari Kem Permatang ke Kem Kubang juga memerlukan pada pendaki memanjat akar-akar pokok dan sesekali menuruni tebing bukit dengan terpaksa berpaut pada tali yang disediakan di laluan.

Sebaik tiba di Kem Kubang kira-kira pukul 1 tengah hari, kesemua peserta berkumpul semula bagi membolehkan perut diisi agar tenaga yang telah hilang dapat dikembalikan semula sebelum meneruskan perjalanan.

Setelah perut diisi, perjalanan diteruskan ke Kem Belumut yang terletak kira-kira 30 minit pendakian dari Kem Kubang.

Disebabkan jaraknya yang dekat, kami mengambil keputusan untuk tidak berhenti rehat sebaliknya meneruskan perjalanan ke Kem Bonsai yang terletak kira-kira 5.5 kilometer lagi dari Kem Belumut.

Sebaik tiba di Kem Bonsai, kepenatan seolah-olah sedikit terubat apabila para peserta disajikan dengan pemandangan yang luas dan indah berlatarbelakangkan Banjaran Titiwangsa.

Dari situ jugalah kelibat puncak Gunung Tahan sudah boleh dilihat dan ternyata ia telah menjadi pembakar semangat untuk para peserta meneruskan pendakian, walaupun ada pendaki yang hanya tiba di situ selepas sejam kumpulan pertama tiba.

Walaupun laluan pendakian dari Kem Bonsai ke Kem Botak hanya mengambil masa kurang dari satu jam, pemandangan yang dihidangkan ternyata cukup indah apabila sepanjang pendakian, pemandangan Banjaran Titiwangsa di kiri dan kanan laluan terbentang di depan mata. Para peserta juga sesekali merempuh kabus tebal yang cukup menyamankan.

Pendakian hari kedua berakhir di Kem Botak dengan kumpulan terakhir tiba di tapak perkhemahan kira-kira pukul 7 petang setelah penat mendaki sejauh 18 km.

Disebabkan keadaan udara yang terlalu sejuk, ditambah pula dengan angin yang bertiup kencang membawa kabus tebal, tidak banyak aktiviti boleh dilalukan selain memasang khemah dan menyediakan makanan untuk makan malam.

Hari ketiga


SEBAHAGIAN peserta sempat berehat seketika di lereng sebelum meneruskan pendakian.


Pendakian hari ketiga bermula lebih awal apabila kesemua peserta memulakan perjalanan seawal pukul 6.30 pagi dengan meredah kegelapan awal pagi menyusuri laluan bukit yang berbatu untuk tiba puncak Gunung Tahan.

Selepas 30 minit pendakian, terpancar kegembiraan dalam kalangan semua peserta apabila semuanya selamat tiba di puncak mengikut perancangan.

Walaupun sedikit kecewa kerana hasrat untuk melihat keindahan matahari terbit dari ufuk timur tidak kesampaian kerana dilindungi kabus tebal di awal pagi, ternyata kegembiraan menjejakkan kaki di puncak itu mengatasi segala-galanya.

Selepas menghabiskan masa kira-kira 40 minit untuk bergambar kenangan, perjalanan menuruni puncak pun bermula.

Sebaik tiba di Kem Botak, para peserta mengambil masa yang ada untuk bersarapan selain mengemas semula khemah secepat mungkin sebelum meneruskan perjalanan turun menuju ke Kem Bonsai.

Kami pelu pantas kerana ketua jurupandu arah telah memberi amaran awal kepada kami agar tidak melengahkan perjalanan kerana jarak antara Kem Botak ke Kem Kor mengambil masa kira-kira lapan hingga sembilan jam, itupun sekiranya tiada sebarang kecederaan berlaku.

Justeru mengikut perkiraan kasar, sekiranya kami bergerak turun dari Kem Botak pada pukul 10 pagi, kami hanya akan tiba di Kem Kor kira-kira pukul 7 malam.

Berbekalkan pengalaman yang ada dalam pendakian sebelum ini, penulis mengambil keputusan untuk tidak lagi menjadi sweeper, sebaliknya berada dalam kumpulan terawal menuruni puncak sebelum hari gelap.

Ternyata keputusan penulis tepat apabila berjaya tiba di Kem Kor pada pukul 6.30 petang. Dalam kesuntukan waktu, penulis bersama beberapa rakan terpaksa bergegas untuk mendirikan khemah sebelum hari gelap.

Disebabkan perjalanan menuruni puncak Kem Botak melalui laluan yang sama sewaktu mendaki, maka lebih banyak laluan menurun dan curam terpaksa ditempuhi.

Ketika inilah para pendaki akan terdedah dengan risiko mendapat kecederaan terutama pada bahagian kaki kerana terpaksa menahan beban beg yang berat selain terpaksa mengawal keseimbangan badan sewaktu menuruni curam.

Malah tidak dinafikan, ada rakan penulis yang terpaksa menahan sakit apabila kuku kakinya tercabut gara-gara memakai kasut yang agak ketat sepanjang pendakian.

Hari keempat


KENDERAAN pacuan empat roda membawa para peserta pendakian ke Kuala Juram.


Para peserta mula bersiap sedia untuk meneruskan perjalanan hari terakhir untuk ke Kuala Juram kira-kira pukul 11 pagi selepas memastikan tapak perkhemahan dalam keadaan bersih.

Disebabkan perjalanan ke Kuala Juram hanya sejauh 12km, para peserta meneruskan perjalanan dalam keadaan santai. Kumpulan pertama tiba di Kuala Juram pada pukul 2 petang manakala kumpulan terakhir tiba sejam kemudian.

Di Kuala Juram, para peserta sempat melihat kakitangan Taman Negara Tahan memberi makan ikan kelah di kawasan santuari yang diwujudkan di situ.

Sebaik tiba di pekarangan Taman Negara Tahan dengan menaiki pacuan empat roda, bas sudah sedia menunggu. Selepas selesai membuat pengisytiharan mengenai barangan yang perlu dibawa turun semula, para peserta mengucapkan selamat tinggal kepada Taman Negara Tahan untuk pulang semula ke Pulau Pinang bersama 1,001 kenangan yang tidak mungkin dilupakan.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
 

BLOG PAHANG

Copyright 2010 All Rights Reserved