ads

Jumaat, 3 Jun 2011

06 di janda baik - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di janda baik - Google Blog Search


Rindukan <b>Janda Baik</b> | Recreations | Ruslie Sophian

Posted: 09 May 2011 11:38 AM PDT

Lada 4WD milik ku yang sudah diubahsuai ketika mendaki bukit licin di Janda Baik.

Kalau dah sesuatu yang baik, sape tak rindu, kan? Jadi tak hairanlah aku juga termasuk golongan yang rindukan Janda Baik! Hohoho….tapi jangan silap faham, ya! Janda Baik yang aku maksudkan ini tak sama dengan janda baik….!

Asal ceritanya masa aku terima tugasan sebagai Sales and Marketing Manager syarikat pengedar kenderaan pacuan roda jenama LADA keluaran Russia kira-kira 15 tahun lalu. Sebelum itu aku dah tahu bahawa kenderaan ini memang payah nak jual. Kalau kita perhati kat jalan raya, kenderaan ini memang sukar ditemui. Tapi kerana cabaran….aku terima tugas itu!

Mula masuk kerja, aku selongkarkan fail-fail customer lama. Langkah seterusnya hubungi mereka dengan tawaran pemeriksaan percuma pada hujung minggu di bengkel kami. Meskipun Pengarah Urusan dan Pengurus Besar agak was-was pada tindakan aku ini, tapi aku tetap yakin. Aku yakin customer lama akan datang!

Nah…kau!! Tepat pada tarikhnya…23 buah Lada 4WD muncul di workshop kami. Mekanik-mekanik kami tak menang tangan membuat pemeriksaan rapi pada kenderaan-kenderaan yang hadir. Riak wajah setiap pelanggan mula nampak berseri. Mereka gembira kami mengambil-berat dan memberi perhatian masalah yang kerap mereka hadapi.

Sebenarnya kenderaan ini tidak banyak masalah. Enjinnya hanya basic. Cuma alternator perlu ditukarkan kepada yang lebih besar untuk kesesuaian dengan cuaca negara kita. Selain itu, sistem transmisinya yang permanent 4WD kerap disalahgunakan oleh pemiliknya. Aku terpaksa memberi penerangan teknik pemanduan pacuan 4-roda.

Kali pertama masuk hutan peserta menghadapi masalah ketika meniti jambatan batang balak.

Lantas ada suara-suara yang cadang diadakan satu off-road trip untuk mereka. Lalu aku usulkan sebagai permulaan kita adakan satu family camping dengan laluan mild off-road. Semua bersetuju dan mereka ternanti-nanti acara sebegini diadakan.

Memandangkan ada peserta yang akan membawa anak kecil, aku terpaksa tentukan satu kawasan yang selamat. Di samping isteri-isteri dan anak-anak mereka berlibur di kawasan perkhemahan, pemilik-pemilik berpeluang mempelajari teknik pemanduan pacuan 4-roda di laluan yang mencabar.

Selepas dibuat tinjauan, aku mengambil keputusan membawa mereka ke Janda Baik. Dan seterusnya tapak perkhemahan kami yang pertama itu berterusan menjadi base-camp kami pada setiap hujung minggu.

Kini setelah lebih 15 tahun tak ke sana, terasa rindu pula untuk camping dan main off-road di hutan Janda Baik.

Share on Facebook

Share/Save/Bookmark

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Meraikan Hari Ibu – Picnic <b>di Janda Baik</b> ( Part Two) « Fotomamu

Posted: 13 May 2011 03:51 AM PDT

Salam kawan kawan ! Sambungan daripada last entry – sebahagian lagi daripada gambar gambar yang di ambil masa kami pi berpiknik last time.

Sebenarnya kalau ada yang perasan – beberapa entry lepas saya ada mula try mengambil approach baru dalam gambar gambar yang saya ambil. Pada pendapat saya, ada sesetengah gambar sangat powerful ketika ianya cuma satu foto – sebagai contoh – gambar gambar fotojournalism – ataupun kawan kawan leh google Boston Big Pictures – ataupun gambar gambar di World Press Foto. Satu gambar cukup menceritakan penderitaan, keseronokan, suka duka ketika tu.

Namun beberapa minggu lepas saya ada dicadangkan satu travel blog oleh cousin dan wife saya : Mr and Mrs Globe Trot – sepasang wedding fotographer yang decide untuk temporarily stop jap keje depa – dan pi travel ronda dunia selama 6 bulan ! Dan gambar gambar depa – i notice one thing – sangat 'jujur'. Apa yang saya maksudkan ialah gambar apa yang depa tengok dengan mata – sesetengah gambar depa melangkau rules rules fotografi seperti komposisi gambar namun tetap sangat indah jika dipandang. Gambar gambar yang diambil kekadang melanggar rules of third – letakkan subject bebetul di tengah – namun somehow tetap sedap mata melayan. Kenapa eh?

Baru baru ini saya ada ketemu jawapannya dalam magazines yang saya jumpa – Di ketika sesetengah gambar sangat dominant jika di letakkan secara solo – ada juga gambar gambar yang menjadi ' kuat' dan ' sedap' jika dipamerkan sebagai siri!  Layout dalam blog – dalam photobook – kalau kena caranya – gambar gambar memang akan 'kuat' secara berkumpulan :) itu yang saya sedang eksperimentasi sekarang ;)

enjoy !

DSC_0621 combo10 Kami ada juga menerima kunjungan one ekstra guest masa berpicnic – kuching ! Dan ini kuching sangat bising !

DSC_0606

DSC_0568 combo11 DSC_0708

DSC_0798 combo12 DSC_0843 DSC_0728 combo15 combo13DSC_0468 combo16 combo14 Lagi sekali – 50 mm f/1.8 jugak majoritinya digunakan – tapi bila tengok balik semua gambar yang diambil – sangat kurang lah gambar landscape / permandangan .. huhu. Baru saya perasan. Thanks to my wife sebab dia yang amek semua gambar saya hihi.

Next time – saya akan try untuk balance back my overall shot counts supaya leh cover close to everything.

Maseh lagi saya mencari style sendiri ni. ;)

Alhamdulillah.

Jumpa lagi nanti InsyaAllah

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di ceruk paloh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di ceruk paloh - Google Blog Search


Sphere of Reflection: PASAR BEBAS PARTAI POLITIK

Posted: 03 Jun 2011 04:52 AM PDT

Oleh: Gun Gun Heryanto

(Tulisan ini telah dipublikasikan di Seputar Indonesia, 07/05/2011)

Sejarah partai politik (parpol) di Indonesia selalu berulang. Setiap menjelang pemilu selalu ada parpol baru yang muncul dan mencoba peruntungan untuk bersaing pada perhelatan demokrasi lima tahunan.

Kini,wajah-wajah parpol baru pun mulai menampakkan diri ke permukaan, antara lain Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Nasional Republik (Nasrep),Partai Persatuan Nasional (PPN), dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI).Tentu,hasrat politis untuk berserikat dalam parpol merupakan hak konstitusional warga negara meskipun upaya mewujudkan hasrat tersebut kerap kali tak dibarengi modal yang kompetitif.

Tipologi Parpol

Tak berlebihan jika kita sebut demokrasi kita saat ini telah menjadi pasar bebas parpol. Siapa pun dapat mendirikan parpol dan berkompetisi dalam pemilu setelah melewati berbagai syarat formal dan lolos menjadi kontestan, baik karena menyiapkan diri maupun karena keahlian para politikus meretas beragam celah aturan main yang tersedia. Pengalaman pada Pemilu 2009, dari 38 parpol yang menjadi kontestan, hanya 9 yang bisa melampaui angka parliamentary threshold (PT) 2,5% dan akhirnya menjadi penghuni rumah rakyat di Senayan. Jika kita amati,paling tidak ada empat tipologi parpol baru yang saat ini mulai beredar.

Pertama, parpol yang diinisiasi oleh elite yang tersisih dari atmosfer kekuasaan parpol besar. Partai Nasdem masuk dalam kategori ini. Sebagaimana kita ketahui, Nasdem tak terpisahkan dari sosok Surya Paloh meskipun secara formal tak diketuai langsung olehnya.Konteks kelahiran Nasdem diawali histori kontestasi Paloh vs Aburizal Bakrie dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Saat Paloh tersisih, dia mulai mengejawantahkan hasrat politisnya lewat Nasdem. Memang, secara organisasional Partai Nasdem dipimpin oleh Patrice Rio sebagai ketua dan Ahmad Rofiq sebagai sekretaris jenderal.Namun,publik juga sangat paham bahwa genealogi politik Nasdem bisa dirunut ke Paloh.

Mirip posisi SBY di awal kelahiran Partai Demokrat, tak duduk sebagai ketua umum parpol, tetapi berada di puncak hierarki kebijakan organisasi sehingga memiliki kuasa menentukan arah perjalanan parpol.Paloh dalam konteks ini sedang menjalankan two step models of leadership. Model ini digunakan untuk manajemen tes situasi dan respons khalayak dalam sebuah pasar bebas parpol yang begitu kompetitif. Jika Nasdem di kemudian hari gagal bersaing dalam pasar bebas parpol, orang diharapkan tak akan langsung menunjuk sebagai kegagalan total Paloh karena secara manajerial, organisasi ditukangi oleh orang lain.

Kedua, parpol baru yang muncul dari konflik organisasional yang menyebabkan dualisme kepengurusan. PKBI merupakan parpol produk konflik terbuka antara kubu Muhaimin Iskandar dan putri kedua almarhum Gus Dur,Yenny Wahid.Tertutupnya islah melahirkan keputusan pendirian parpol baru yang sama-sama akan menggarap basis masa kaum nahdliyin. Tentu, modal awal PKBI adalah reference power dari figur Gus Duryang dilekatkan dengan sosok Yenny sehingga diharapkan menjadi katalisator modal sosial, politis, dan finansial bagi ekstensi PKBI ke depan. Jika berbicara ceruk pasar kaum nahdliyin yang sangat potensial, tentu kehadiran PKBI sedikit banyaknya akan merugikan eksistensi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2014.

Ketiga, parpol produk agregasi politik dari beberapa kekuatan yang telah ada sebelumnya. Partai Persatuan Nasional (PPN) merupakan hasil fusi dari 10 partai kecil. Dalam UU No 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik muncul sejumlah pengetatan aturan,misalnya verifikasi parpol yang harus selesai paling lambat akhir 2011, keharusan memiliki kepengurusan di 33 provinsi, 75% kabupaten/kota yang ada di provinsi, serta minimal 50% kecamatan di kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Belum lagi polemik soal peningkatan angka PT dalam pembahasan RUU Pemilu Legislatif yang dirasakan kian mengancam eksistensi parpol-parpol kecil.Maka,setelah mengalkulasi hitung-hitungan politik ke depan,10 parpol kecil itu akhirnya bersepakat melakukan fusi.

Keempat, parpol baru pengusung romantisme sejarah Orde Baru.Pasca-Reformasi selalu ada tipe parpol yang jualan utamanya adalah kedigdayaan politik Soeharto. Misalnya, menjelang Pemilu 2004, tepatnya 9 September 2002, didirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) oleh Jenderal (Purn) Hartono yang menggandeng Siti Hardijanti Rukmana sebagai salah satu deklarator. Napas serupa sepertinya kini juga ada pada parpol Nasrep dengan memosisikan Tommy Soeharto sebagai modal dasar pergerakan Nasrep.

Persaingan

Keberadaan parpol dengan identitas baru, tetapi tipologi lama ini sepertinya berat bersaing di era demokrasi pasar bebas. Pertama, munculnya titik jenuh khalayak terhadap keberadaan parpol. Sikap dan perilaku politik para politikus lintas parpol nyaris seragam, yakni kurang merepresentasikan aspirasi rakyat.Sementara parpol baru yang hadir tak memiliki cukup nilai distingtif yang bisa memberi impresi sekaligus referensi baru bagi pemilih. Kedua, parpol baru pun masih terjebak pada identifikasi citra simbolik elite daripada jejaring kader ideologis. Misalnya lebih mengedepankan nama-nama besar Surya Paloh, Yenny Wahid (Gus Dur),Tommy (Soeharto). Ketiga, regulasi yang lebih ketat baik dalam UU Parpol maupun dalam UU Pemilu.Tentu, ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi parpol baru.

Peluang parpol baru memang kecil,terutama jika mereka tak mampu mentransformasikan gagasan dan hasrat politis mereka di level kerja praktis, jejaring kader dan massa mengambang, figur,sumber finansial, serta berbagai pendekatan marketing politik berbasis komunitas. Ke depan pasar bebas parpol di Indonesia seharusnya memasuki fase konsolidasi, bukan terus-menerus menjadi ajang pencarian peruntungan para petualang.●

Tulisan ini bisa diakses di web Sindo:

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/397160/

Sumber gambar:

www.monitorindonesia.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di merapoh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di merapoh - Google Blog Search


30 April – 3 Mei 2009: Berkomplot <b>di</b> Taman Negara <b>Merapoh</b>, Pahang <b>...</b>

Posted: 04 May 2009 05:16 PM PDT

[unable to retrieve full-text content]Peserta komplot Merapoh seramai 29 orang berkumpul di Menara Maybank sekitar jam 10 malam 30 April 2009 dan bertolak menuju ke destinasi sekitar jam 1 pagi 1 Mei 2009 setelah menunggu kelibat dua peserta terakhir dari ...

06 di ketari - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di ketari - Google Blog Search


TOKOH RAO: DATO&#39; DR AHMAD KAMAL ABDULLAH@ KEMALA: Sasterawan <b>...</b>

Posted: 06 May 2011 04:33 AM PDT


Oleh Arisel B.A

Kemala atau yang dikenali juga sebagai Akmal Jiwa merupakan nama pena kepada Dato' Dr. Haji Ahmad Kamal bin Abdullah. Beliau dilahirkan di sebuah kampung di Gombak, Selangor. Beliau merupakan anak ketiga daripada sepasang suami isteri, iaitu Abdullah bin Daud (meninggal pada tahun 1945) dengan Rukiyah binti Amir. Sebelum menikahi Rukiyah, Abdullah telah beristeri dengan seorang perempuan bernama Siti Hawa yang menetap di Rawang, Selangor. Daripada perkahwinan itu, mereka telah mendapat seorang puteri. Ahmad Kamal mempunyai empat orang adik beradik seibu sebapa. Abangnya yang sulung bernama Kamaruzzaman, meninggal semasa kecil. Selepas itu beliau mendapat seorang kakak perempuan bernama Narimah yang lahir pada tahun 1939. Pada 30Januari 1941lahir pula putera yang diberi nama Ahmad Kamal. Adik Kemala, Taufik meninggal semasa kecil.

Rao Minangkabau

Ahmad Kamal bin Abdullah lahir dalam keluarga terdidik pada masa itu. Ayahnya merupakan lulusan Junior Cambridge dari Malay College Kuala Kangsar, Perak, iaitu sebuah sekolah elit yang khusus didirikan oleh penjajah Inggeris untuk mendidik anak raja-raja dan elit baru Melayu. Datuknya Haji Daud bin Baginda Muda berasal dari Pariaman, Rao Minangkabau membawa diri ke Kolang dan terus menetap di Ketari, Bentong, Pahang dan menikahi Naimah iaitu anak perempuan kepada penghulu Setapak, bernama Khatib Koyan. Nama moyang Ahmad Kamal ini diabadikan pada nama sebatang Jalan di Kampung Baru, Kuala Lumpur iaitu Jalan Katib Koyan.

Rukiyah binti Amir (meninggal pada 15 Jun 1957), merupakan ibu yang penyayang dan sering bercerita serta membacakan syair-syair kepada si kecil Ahmad Kamal sebelum tidur. Kelembutan ibu dan dendangan syair serta cerita-cerita ini membekas dalam jiwa Ahmad Kamal. Lanjutan daripada itu, sejak Darjah 5 di Sekolah Melayu Kampung Batu, Kuala Lumpur lagi Ahmad Kamal sudah mula memupuk citarasa seninya dengan membaca buku yang terdapat di perpustakaan sekolah tersebut. Pada masa itu beliau sudah terdedah dengan Sejarah Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hamlet dan bayak lagi karya yang terdapat dalam perpustakaan kecil di sekolah tersebut. Apabila dia berpindah ke Sekolah Melayu Prince's Road, Jalan Raja Muda, Kampung Baru, Kuala Lumpur, Maaruf Mahmud, Guru Besar sekolah tersebut yang terkenal sebagai pengarang sastera kanak-kanak, telah melantiknya menjadi Setiausaha Taman Bacaan iaitu perpustakaan sekolah tersebut. Apabila Ahmad Kamal mula berkeja di Dewan Bahasa dan Pustaka pada tahun 1968 beliau bertugas dalam satu pejabat dengan Maaruf.

Pada tahun 1956, Ahmad Kamal terpilih menjadi guru Pelatih, mengajar di Sekolah Melayu Jeram, Kuala Selangor. Dia berulang alik setiap hari Sabtu menghadiri kelas Guru Pelatih di Sekolah Melayu Kampung Baru dan kemudian kelas itu berpindah pula ke Sekolah Melayu Tanjong Karang, Selangor berdekatan dengan tempat beliau bertugas. Pada tahun 1958 beliau terpilih melanjutkan pelajaran ke Maktab Perguruan Sultan Idris, Tanjong Malim, Perak, dalam kelas A, iaitu kelas bagi guru pelatih yang terpandai yang mendapat markah tertinggi untuk memasuki maktab tersebut. Di sini dia terdidik dalam bidang akademik bagi membolehkan dia mengambil peperiksaan LCE Type, iaitu Sijil Rendah Pelajaran dalam Bahasa Melayu yang khas untuk pelajar –pelajar MPSI dan MWTC bagi membolehkan mereka mengikuti kursus Perguruan di maktab-maktab tersebut. Ketika ini MPSI sudah mula mengambil pelajar-pelajar daripada sekolah menengah Inggeris. Kelompok pelajar seangaktan dengan Kemala, dan kelompok pelajar setahun sebelumnya, terpakasa belajar lima tahun, tiga tahun untuk persediaan akademik dan dua tahun lagi untuk ilmu perguruan. Ahmad Kamal berjaya memperoleh sijil tersebut dan seterus mengikut kursus perguruan dan tamat pada tahun 1963 dengan dianugerahkna Sijil Perguruan Sekolah Rendah Kementerian Pelajaran Persekutuan Tanah Melayu dengan ditauliahkan mengajar dua bahasa, iaitu Bahasa Melayu sebagai bahasa utama dan Bahasa Inggeris sebagai bahasa kedua.

Pendidikan akademik beliau berikutnya, bersifat autodidik, iaitu belajar sambil bekerja, melalui pos dan pengajian luar kampus. Dengan cara ini beliau berjaya memperoleh Sijil Pelajaran Malaysia (1963), Sijil Tinggi Persekolahan (1974), Ijazah Sarjana Muda Sastera Kepujian (Universiti Sains Malaysia, 1980), Sarjana Sastera (Universiti Sains Malaysia,1985) dan Doktor Falsafah (Universiti Kebangsaan Malaysia, 2000). Di celah-celah kesibukan kerja dan belajar sambil bekerja itu, beliau sempat pula berkursus BMP, di Makati, Filipina (1990) dan menyertai International Writing Program, Universiti Iowa, Iowa City, U.S.A. (1993), sebuah institusi akademik dan penulisan yang tersohor di dunia, di bawah pimpinan profesor dan penyair Amerika yang terkenal iaitu Dr. Paul Engle.


Mula menulis 1954

Ahmad Kamal bin Abdullah telah memulakan kerjaya penulisannya sejak tahun 1954 lagi, iaitu sejak di bangku sekolah Melayu. Sehingga kini, selama 57 tahun, dia terus menerus berkarya tanpa mengenal jemu. Bakatnya diserlahkan semasa beliau belajar di Maktab Perguruan Sultan Idris. Sewaktu itu karya-karyanya telah menjengah di dada-dada akhbar dan majalah tanah air, antaranya Utusan Pamuda, Waktu, Hiburan, Mutiara, Mastika, Bulanan Malaya, Utusan Zaman, dan Berita Minggu. Beliau juga mementaskan dramanya berjudul "Lembayung Senja" di Dewan Suluh Budiman, di MPSI. Seterusnya, beliau tidak jemu-jemu menulis hatta apabila beliau ditukarkan mengajar di daerah pedalaman di Selangor pada masa itu, seperti di Sekolah Melayu Tiram Buruk, Tanjong Karang (1963-1967) dan di Sekolah Teluk Gong, Kelang (1968). Di situ beliau bergaul bersama petani dan mereka yang kelaparan tanah. Jerit derita, dan sumsum sengsara para petani dan para marhain Tanjong Karang dan Teluk Gong itu terungkap tajam dalam sajak-sajak yang sebahagiannya termuat dalam kumpulan puisinya Timbang Terima (1970).

Korpus karya Kemala terdiri daripada genre puisi, sedikit dalam genre cerpen, drama dan cerita kanak-kanak, tetapi banyak dalam penulisan esei dan buku ilmiah. Bakatnya merendang dan namanya menjulang, apbila beliau berkeja di Dewan Bahasa dan Pustaka sejak 1968, bermula sebagai penolong penyunting, menjadi edior majalah-majalah sastera dan berbagai lagi, akhirnya bersara pada tahun 1996 sebagai Ketua Bahagian Kesusasteraan Bandingan.

Jumlah puisi yang dihasilkan Kemala banyak sekali, dan ini terbukti daripada kumpulan puisi perseorangannya yang sudah terbit yang berjumlah 10 buah dan sebuah lagi menunggu kelahirannya daripada penerbitan Dewan Bahasa dan Pustaka. Judul-judul puisi perseorangannya ialah Timbang Terima (1970), Meditasi (1972), Era (1975), Kaktuskaktus (1976), A'yn (1983), Pelabuhan Putih(1989), Titir Zikir (1995), MIM (1999), Ziarah Tanah Kudup (2006), Syurga ke Sembilan (2009) danSumsum Bulan Rawan yang akan segera terbit. Puisinya juga termuat sekurang-kurangnya dalam 25 antologi. Kumpulan cerpennya yang telah terbit berjumlah 3 buah, cerpen dalam antologi sebanyak 8 buah. Kumpulan cerpen perseorangannya ialah Anasir (1983), Firuzia, Firuzia (1990) dan Laut Takjub 25 Cerpen Pilihan (2010). Dramanya sebanyak 4 buah iaitu Di Bumi Lain (1976), Malam Perhitongan(1966), Anna (1972) dan Kelonsong (1985). Buku kanak-kanak 2 buah iaitu Melor, Melur Si Bunga Melur (1974) dan Lani Anak Tani (1977). Jumlah kajian ilmiah dan esei yang dihasilkannya banyak sekali.

Sejak tahun-tahun 1960-an Kemala telah menjadikan "Kebenaran, kejujuran, keindahan, ketuhanan dan kemanusiaan" sebagai landasan falsafah penulisannya. Semua itu dimantapkannya apabila beliau menjadikan "Cinta" sebagai inti dalam koleksi puisi Meditasinya. Meditasi menyorot hakikat kehidupan yang tidak dapat dipisahkan daripada cinta. Cinta yang luas dan universal, yang semuanya berasal daripada cinta Ilahi meman sesuai dengan ajaran Islam seperti yang difahami Kemala, yang dalamnya manusia dilahirkan sebagai khalifah Allah di dunia yang fana.


Anugerah
Sepanjang lebih setengah abad berkarya, Ahmad Kamal Abdullah telah mendapat banyak anugerah dan penghargaan daripada dalam dan luar negara. Antaranya ialah Anugerah S.E.A Write Awards daripada Thailand (1986), Augerah Pujangga daripada Universiti Pendidikan Sultan Idris (2002), Hadiah Sastera Malaysia (1972,1975,1976,1992/93,1995), dan Hadiah Sastera Perdana (1997, 1998/99). Pada tahun 1986, beliau dianugerahkan pingat AMN oleh Baginda Yang DiPertuan Agong dan pada 13 Mac 2001, DYMM Sultan Selangor menganugerahkan Darjah Kebesaran Dato' Paduka Mahkota Selangor (DPMS) dengan gelaran Dato'. Kini beliau bertugas sebagai Sarjana Tamu di Univeriti Putra Malaysia.

Di samping pengharagaan tersebut, dunia akademik turut memberi perhatian terhadap karya-karya beliau dengan mengkajinya secara mendalam. Setakat ini didapati 8 kajian yang terdiri daripada latihan ilmiah, desertasi dan tesis Ph.D telah menjadikan karya-karya Kemala sebagai bahan penelitian. Sejumlah 46 esei menanggapi karya beliau telah pula terhasil oleh berbagai kalangan, daripada para sarjana hinggalah kepada wartawan dan pengkagum keindahan seni sastera ciptaan beliau.

Sesungguhnya, karya-karya Kemala mempunyai mutu yang tinggi, dengan daya renung yang dalam, daya cipta yang menarik dan nilai estetik yang mengkagumkan. Tidak hairanlah karya-karyanya, terutama puisi, bukan sahaja diminati dan menjadi ikutan kepada genarasi baru, malah diminati oleh para sarjana dalam dan luar negara. Hal ini terbukti dengan jumlah hadiah, anugerah dan penghargaan yang diterimanya serta kajian-kajian dan tanggapan-tanggapan pencnita karya seninya seperti yang disebutkan di atas. Lebih jauh daripada itu, karya-karyanya, terutama puisi telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa asing seperti bahasa Inggeris, China, Urdu, Perancis, Jerman, Belanda, Slovania, Sepanyol dan Serbo-Croatia.

Ahmad Kamal Abdullah juga terkenal sebagai peneroka bermacam jenis acara dan aktiviti yang dapat memberi kehidupan kepada sastera. Antaranya beliaulah tokoh yang bertanggungjawab mengasaskan tradisi baca puisi pada peringkat antarabangsa di Malaysia, iaitu Pengucapan Puisi Dunia Kuala Lumpur yang bermula pada tahun 1986. Dalam dunia pergerakan sastera, beliau telah mengasaskan penubuhan Persatuan Kesusasteraan Bandingan Malaysia pada tahun 1993. Tidak kurang pula pentingnya, pada tahun 1989 beliau menjadi utusan Dewan Bahasa dan Pustaka ke Eropah menemui para profesor di sana dengan membawa idea bagi penubuhan Kursi Pengajian Melayu. Beberapa tahun kemudian, tertubuhlah Kursi Pengajian Melayu di Universiti Leiden, Belanda.Tambahan daripada itu, beliau sendiri amat aktif membaca puisi, bukan sahaja dengan menjelajah ke pelosok tanah air, malah ke merata kota besar di dunia, termasuk Sydney,Canberra, Melbourne, Perth, Jakarta, Den Pasar, Seoul, Sturga, Hongkong, Tokyo, Koln, Paris, Santa Cruz, London, Iowa City, Sarajevo, Solo dan Bandung. Yang amat menonjol daripada tradisi baca puisi ini ialah gaya, sebutan dan rentak suara pembacaannya yang lunak yang menjadi ikutan dalam kalangan generasi muda. Bagitu pula, Kemala amat aktif membentangkan kertas kerja memasyhurkan sastera Melayu moden, terutama puisi, pada pelbagai seminar kebangsaan dan antarabangsa, di Malaysia dan di pusat-pusat pengajian Melayu di seluruh dunia.


Sumbangan Karya

Sumbangan Kemala terhadap dunia puisi dan sastera negara dapat diringkaskan seperti berikut:

1. 1. Penglibatan dalam pelbagai genre sastera.

 Puisi, drama, cerpen dan cerita kanak-kanak, esei dan kritikan serta terjemahan. Yang paling menonjol ialah puisi, walaupun yang lain-lain genre itu turut mendapat perhatian pembaca dan terjamin mutunya. Puisi: 25 antologi, 10 kumpulan; drama: 4; Cerpen: 8 antologi, 4 kumpulan; Cerita kanak-kanak: 3.

1. 2. Sejarah Sastera

 Tokoh utama dalam puisi kerohanian berunsur Islam dan tokoh penyair Melayu Islam selepas Amir Hamzah.

 Tokoh penting dalam penulisan puisi mulai periode 60-an, memperhalus pengucapan puisi Melayu moden di Malaysia sebagai penanda pemisahan dengan periode 50-han (bersama-sama dengan rakan-rakan seangkatannya)

1. 3. Pergerakan Sastera
 PENA- Ketua Satu (1983-1986)
 GAPENA- AJK (1970-1972),SetiaUsaha Satu Yang Pertama (1972-1975)
 Persatuan Kesusasteraan Bandingan, Pengasas dan Presiden (1993 hingga sekarang)
 Persatuan Suluh Budiman - Ahli
 Persatuan Penulis Selangor- Ahli
 World Muslim Writes League (Madinah)- Ahli
 Hadiah Sastera Malaysia (1983-1986)- Panel
 S.E.A Write Award bagi Malaysia (2000)- Panel Penilai Akhir
 Hadiah Sastera Berunsur Islam DBP(2003)- Ketua Panel
 IQ-International Sebuah Jurnal Kesusasteraan Bandingan, Philladephia, Amerika Syarikat (1993- )- Editorial advisory council for Asia
 Hadiah Sastera Perdana (2002-2003)- Ahli Panel
 DBP-AJK Istilah Puisi, Ensiklopedia Kebudayaan Melayu-Pakar Kesusasteraan Melayu
 Majlis Kebudayaan Negeri Selangor(1985-86)- AJK
 Sayembara Mengarang Puisi Darul- Iman bagi seluruh Nusantara(1996)- Panel Penilai
 Sayembara Menulis Puisi Berunsur Islam(1998)- Panel Penilai
 Menubuhkan Bahagian Kesusasteraan Bandingan Malaysia di Dewan Bahasa dan Pustaka(1956)
 Pengucapan Puisi Dunia (1986)- Idea dan memperjuangkannya dan sekarang telah jadi tradisi dan berkembang Acara Baca Puisi.
 Pimbinaan Bangunan Teater- turut member idea pembentukan Panggung Negara (sekarang Istana Budaya)bersama-sama PENA (1973-)
 Pertemuan-pertemuan sasterawan dan Baca Puisi dan ceramah sastera seluruah dunia: Pertemuan Sasterawan Indonesia (1976)-Peserta, Puisi Asean (1978)-Peserta, Apresiasi Penyair Puncak Bali (1983) –Peserta,Ceramah di Hankuk Universiti,Seoul, Korea(1985)- Penceramah Tamu dan Baca Sajak, Struga Poetry Evening di Macedonia-
Baca Puisi dan simpusium-Peserta.
 Penubuhan Kursi Pengajian Melayu di Eropah- 1989 Duta Sastera ke Eropah bagi pihak DBP menyampaikan idea dan misi dari DBP kepada tokoh-tokoh Pengajian Melayu di Eropah bagi penubuhan Kursi Pengajian Melayu di Eropah.
1. 4. Pengembangan Ilmu Sastera.
 Mengkaji sastera dan menulis skripsi, khususnya dalam bidang puisi moden B.A, M.A., Ph.D

 Mengkaji sastera dan melahirkannya dalam tulisan-tulisan ilmiah dan membentangkannya dalam berbagai seminar dalam dan luar negeri serta menerbitkannya dalam penerbitan berkala dan dalam bentuk buku, sama ada secara individu mahupun secara bersama dengan pengarang lain. 15 Buku kajian.

 Karyanya menjadi bahan kajian dari peringkat B.A hinggalah Ph.D merentasi bukan sahaja bidang Pengajian Melayu, malah dalam bidang Islam. Dikaji oleh pelbagai sarjana, termasuk V.I. Braginsky, Jelani Harun, Nancy Nanny (USA), Maman S. Mahayana (Indonesia), Lalita Sinha, Arbak Othman, dan Mana Sikana..

 Setakat ini telah dua buah Ph.D, khusus menggunakan karya puisi Kemala, terakhir (2010)oleh Abdul Halim Ali dari USPSI.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di triang - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di triang - Google Blog Search


Aston&#39;s Auctioneers Catalogue - The Rutter Collection Of Model <b>...</b>

Posted: 02 Jun 2011 04:04 AM PDT

Catalogue Information: 655 lots | 647 with images | View lots

View lots

Viewing Notes:

10th June 10am - 7pm. 11th June from 8am.

Lot 1: Model Railway: Empty boxes for Triang, Hornby and

Model Railway: Empty boxes for Triang, Hornby and other makers. Very large quantity.

Lot 2: Model Railway: Large quantity of OO gauge track by

Model Railway: Large quantity of OO gauge track by various makers including Hornby, Peco etc.

Lot 3: Model Railway: Triang, Hornby and others, very

Model Railway: Triang, Hornby and others, very large quantity of scenic accessories, buildings, model making spares etc.

Lot 4: Model Railway: Triang, Hornby and others, very

Model Railway: Triang, Hornby and others, very large quantity of bodies, motors, wheels and parts.

Lot 5: Model Railway: Triang, Hornby and others, very

Model Railway: Triang, Hornby and others, very large quantity of unboxed rolling stock.

View all lots in this auction

Buyers Premium:

15% + vat

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di sebertak - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di sebertak - Google Blog Search


BLOG SK FELDA <b>SEBERTAK</b>: SUKANEKA PRASEKOLAH

Posted: 07 May 2011 05:57 PM PDT




Sukaneka prasekolah telah diadakan pada 6 Mei 2011 bertempat di padang SK Felda Sebertak. Sukaneka telah bermula pada jam 8 pagi. Antara acara yang telah dipertandingkan adalah acara tarik tali, acara mengisi air di dalam botol dan pelbagai lagi.

Saksikan lagi aksi-aksi comel murid prasekolah di sini.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di rompin - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di rompin - Google Blog Search


PERGERAKAN PEMUDA UMNO BAHAGIAN <b>ROMPIN</b>: PEMUDA <b>ROMPIN DI</b> MARAN <b>...</b>

Posted: 21 May 2011 05:52 AM PDT

Rombongan yang diketuai oeh YB Dato'KP,telah memastikan perjalanan persidangan berjalan lancar dan mengikuti perlembagaan yang telah diteAntara yang dipelajari oleh AJK yang masih baru ini adalah bagaimana menyelaras pengundian,membuat pengiraan dan memastikan eviden diselia dengan baik sehingga keputusan diumumkan..Sesungguhnya pengalaman yang didapati ini akan dibawa balik ke Rompin dan akan digunapakai mana yang elok dan dijadikan pengajaran dalam mengurus persidangan perwakilan yang bakal diadakan tidak lama lagi.Tahniah atas komitmen tinggTerimakasih juga diucapkan kepada PPU Maran yang telah memberkan kerjasama dan layanan yang sangat baik disepanjang PPU Rompin menjalankan tugasan di sana. Terimakasih dan tahniah dari kami..

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di bukit ibam - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di bukit ibam - Google Blog Search


SEKOLAH KEBANGSAAN <b>BUKIT IBAM</b>: Perkhemahan Pengakap SK <b>Bukit Ibam</b> 2011

Posted: 15 May 2011 11:58 PM PDT

Pada 13 - 15 Mei 2011, Badan Beruniform Pengakap telah mengadakan satu perkhemahan yang melibatkan 42 orang pelajar terdiri daripada anggota badan beruniform pengakap. Tujuan perkhemahan ini diadakan adalah untuk memupuk semangat kerjasama yang tinggi di kalangan ahli serta melengkapkan lencana wajib iaitu Lencana berbasikal, serta menerapkan gaya hidup yang sihat dan aktif. Ia juga secara tidak langsung dapat mengembalikan keceriaan pelajar dengan selitan aktiviti seperti riadah dan sebagainya.

Aktiviti yang dijalankan adalah seperti Ikatan dan simpulan, permainan dan nyanyian yang memfokuskan kepada kerjasama pasukan.


Secara keseluruhannya, perkhemahan ini telah berjalan dengan lancar dan mencapai objektifnya. Adalah diharapkan program bermanafaat sebegini dapat diadakan lagi pada masa-masa akan datang.

                                             
Pengerusi                   :En. Rasid Bin Harun
Naib Pengerusi           : Pn. Khatijah Bt. Maidin

Setiausaha                 : Pn. Che Rosliza Bt Che Ishak
Kem Komandan           : En. Wan Suhaimi Bin Wan Yaacob
Pen. Kem Komandan   : En. Mohd Rozi Bin Bahari
                                 : AJK / Urusetia
                         

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

SEKOLAH KEBANGSAAN <b>BUKIT IBAM</b>: SELAMAT HARI GURU

Posted: 01 Feb 2002 12:00 AM PST


Tema Hari Guru 2011 -
Guru Penjana Transformasi Pendidikan Negara


Tarikh 16 Mei dipilih sebagai Hari Guru kerana pada haribulan yang sama dalam tahun 1956 Majlis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu (Federal Legislative Council) telah menerima cadangan-cadangan Laporan Jawatankuasa Pelajaran (Report of the Education Committee) sebagai dasar pelajaran bagi negara kita.

Dokumen tersebut yang dikenali sebagi Laporan Razak (Razak Report) telah menjadi Dasar Pelajaran Kebangsaan semenjak itu.


LOGO HARI GURU

logo

Putih : Menunjukkan kesucian, kesabaran, kesempurnaan dan keamanan.



Perak : Menunjukkan rakyat berbilang bangsa bersatu padu dan teguh.



Kuning: Sinaran cahaya yang cemerlang pada masa hadapan.

Bulan dan bintang membawa erti yang terkandung dalam bendera Malaysia.

Merah : Menunjukkan keteguhan semangat.



Biru : Menunjukkan perpaduan muhibah.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
 

BLOG PAHANG

Copyright 2010 All Rights Reserved