ads

Khamis, 1 Mac 2012

06 di janda baik - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di janda baik - Google Blog Search


My Life&#39;s Story Blog...: Weekend @ <b>Janda Baik</b>

Posted: 12 Feb 2012 08:18 PM PST

Assalamualaikum…. Good day yu ols! J
How's weekend? Great???? Grrrr jelesnyeeee…. Yelaaa weekend My tak sebesh weekend yu ols… sob sob…
Weekend yang lepas ni sepatutnya menjadi weekend pertama My sebagai isteri di rumah dengan enchek hasben. Sadly… atas nama tanggungjawab terhadap company dan boss.. My ke Janda Baik, Pahang mengikuti teambuilding selama 3 hari 2 malam… Walaupun agak sedih tapi takpelah. Lagipun cuti kawen dah lama so why not support my boss by joining this rite. Tak sedap plak kalau tak join sebab ada a few staff yang cannot attend tak besh lah kalau event kekurangan participant kanzz…
Compared to last year punya teambuilding.. kali ni lebih adventure. Kalau tahun lepas kami hanya berkampung di KL, menginap di 5 star hotel, Sheraton.. dengan aktiviti yang tidak begitu berat tapi this year… full of outdoor activities… dah macam teambuilding masa My mula-mula kerja plak.. demmmm… Bukan apa.. penat badan… T__T
Lokasi teambuilding di Janda Baik, Pahang. Kami bertolak petang Jumaat lepas bekerja. Kurang sejam je dah sampai destinasi… Tempat menginap? Seri Pengantin Resort. Perghhhh sentap habes den bila sampai sana… Mulalah rindu kat enchek hasben… -.-' Lokasi penginapan tu biasa je. Indah khabar dari rupa. Dapat bilik pun kechik habes.. dah macam motel…-.-' Makanan? Boleh tahan… ada yang sedap diterima tekak.. ada yang suam-suam kuku je… Resort ni sesuai untuk penginapan by group je.. pengantin??? Kena bawa family pengantin sekali lah ye… heeee 
Kebanyakannya buat fizikal activities… Paling mencabar, panjat bukit ke air terjun lata tampit… 45 minutes hiking hoke! Turun bukit lutut menggigil der…grrr…. Tapi air terjun kat atas tu memang mabeles. Nak je mandi sekali tapi pakal lah ramai lelaki… kang tersembul yang tidak sepatutnya plak kalau join skali…-.-' yang paling tak suka? bila bukak-bukak kasut ada darah kat kaki! Demmmmm pacat!!!!!!!!!!!
Sampai KL semalam around 3 suku.. enchek hasben ambil kat bawah ofis hehe…Badan sakit-sakit woooo dah lah hari ni koje… sabar je laaa.... sob sob...
Weekend korang gi mane plak?? Berjimba-jimba ke??? Fine fine…-.-'
nota kaki: badan makin gemok!!! ape nak buat ni? sob sob


Anda suka Entry ini? Klik je LIKE!! Thanks!!

06 di ceruk paloh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di ceruk paloh - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 19 Feb 2012 11:32 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Feb 2012 11:37 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 01 Feb 2012 11:14 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 09 Oct 2011 11:07 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 18 Jun 2011 11:43 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Jun 2011 11:25 PM PDT

Oleh: Gun Gun Heryanto

(Tulisan ini telah dipublikasikan di Seputar Indonesia, 07/05/2011)

Sejarah partai politik (parpol) di Indonesia selalu berulang. Setiap menjelang pemilu selalu ada parpol baru yang muncul dan mencoba peruntungan untuk bersaing pada perhelatan demokrasi lima tahunan.

Kini,wajah-wajah parpol baru pun mulai menampakkan diri ke permukaan, antara lain Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Nasional Republik (Nasrep),Partai Persatuan Nasional (PPN), dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI).Tentu,hasrat politis untuk berserikat dalam parpol merupakan hak konstitusional warga negara meskipun upaya mewujudkan hasrat tersebut kerap kali tak dibarengi modal yang kompetitif.

Tipologi Parpol

Tak berlebihan jika kita sebut demokrasi kita saat ini telah menjadi pasar bebas parpol. Siapa pun dapat mendirikan parpol dan berkompetisi dalam pemilu setelah melewati berbagai syarat formal dan lolos menjadi kontestan, baik karena menyiapkan diri maupun karena keahlian para politikus meretas beragam celah aturan main yang tersedia. Pengalaman pada Pemilu 2009, dari 38 parpol yang menjadi kontestan, hanya 9 yang bisa melampaui angka parliamentary threshold (PT) 2,5% dan akhirnya menjadi penghuni rumah rakyat di Senayan. Jika kita amati,paling tidak ada empat tipologi parpol baru yang saat ini mulai beredar.

Pertama, parpol yang diinisiasi oleh elite yang tersisih dari atmosfer kekuasaan parpol besar. Partai Nasdem masuk dalam kategori ini. Sebagaimana kita ketahui, Nasdem tak terpisahkan dari sosok Surya Paloh meskipun secara formal tak diketuai langsung olehnya.Konteks kelahiran Nasdem diawali histori kontestasi Paloh vs Aburizal Bakrie dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Saat Paloh tersisih, dia mulai mengejawantahkan hasrat politisnya lewat Nasdem. Memang, secara organisasional Partai Nasdem dipimpin oleh Patrice Rio sebagai ketua dan Ahmad Rofiq sebagai sekretaris jenderal.Namun,publik juga sangat paham bahwa genealogi politik Nasdem bisa dirunut ke Paloh.

Mirip posisi SBY di awal kelahiran Partai Demokrat, tak duduk sebagai ketua umum parpol, tetapi berada di puncak hierarki kebijakan organisasi sehingga memiliki kuasa menentukan arah perjalanan parpol.Paloh dalam konteks ini sedang menjalankan two step models of leadership. Model ini digunakan untuk manajemen tes situasi dan respons khalayak dalam sebuah pasar bebas parpol yang begitu kompetitif. Jika Nasdem di kemudian hari gagal bersaing dalam pasar bebas parpol, orang diharapkan tak akan langsung menunjuk sebagai kegagalan total Paloh karena secara manajerial, organisasi ditukangi oleh orang lain.

Kedua, parpol baru yang muncul dari konflik organisasional yang menyebabkan dualisme kepengurusan. PKBI merupakan parpol produk konflik terbuka antara kubu Muhaimin Iskandar dan putri kedua almarhum Gus Dur,Yenny Wahid.Tertutupnya islah melahirkan keputusan pendirian parpol baru yang sama-sama akan menggarap basis masa kaum nahdliyin. Tentu, modal awal PKBI adalah reference power dari figur Gus Duryang dilekatkan dengan sosok Yenny sehingga diharapkan menjadi katalisator modal sosial, politis, dan finansial bagi ekstensi PKBI ke depan. Jika berbicara ceruk pasar kaum nahdliyin yang sangat potensial, tentu kehadiran PKBI sedikit banyaknya akan merugikan eksistensi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2014.

Ketiga, parpol produk agregasi politik dari beberapa kekuatan yang telah ada sebelumnya. Partai Persatuan Nasional (PPN) merupakan hasil fusi dari 10 partai kecil. Dalam UU No 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik muncul sejumlah pengetatan aturan,misalnya verifikasi parpol yang harus selesai paling lambat akhir 2011, keharusan memiliki kepengurusan di 33 provinsi, 75% kabupaten/kota yang ada di provinsi, serta minimal 50% kecamatan di kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Belum lagi polemik soal peningkatan angka PT dalam pembahasan RUU Pemilu Legislatif yang dirasakan kian mengancam eksistensi parpol-parpol kecil.Maka,setelah mengalkulasi hitung-hitungan politik ke depan,10 parpol kecil itu akhirnya bersepakat melakukan fusi.

Keempat, parpol baru pengusung romantisme sejarah Orde Baru.Pasca-Reformasi selalu ada tipe parpol yang jualan utamanya adalah kedigdayaan politik Soeharto. Misalnya, menjelang Pemilu 2004, tepatnya 9 September 2002, didirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) oleh Jenderal (Purn) Hartono yang menggandeng Siti Hardijanti Rukmana sebagai salah satu deklarator. Napas serupa sepertinya kini juga ada pada parpol Nasrep dengan memosisikan Tommy Soeharto sebagai modal dasar pergerakan Nasrep.

Persaingan

Keberadaan parpol dengan identitas baru, tetapi tipologi lama ini sepertinya berat bersaing di era demokrasi pasar bebas. Pertama, munculnya titik jenuh khalayak terhadap keberadaan parpol. Sikap dan perilaku politik para politikus lintas parpol nyaris seragam, yakni kurang merepresentasikan aspirasi rakyat.Sementara parpol baru yang hadir tak memiliki cukup nilai distingtif yang bisa memberi impresi sekaligus referensi baru bagi pemilih. Kedua, parpol baru pun masih terjebak pada identifikasi citra simbolik elite daripada jejaring kader ideologis. Misalnya lebih mengedepankan nama-nama besar Surya Paloh, Yenny Wahid (Gus Dur),Tommy (Soeharto). Ketiga, regulasi yang lebih ketat baik dalam UU Parpol maupun dalam UU Pemilu.Tentu, ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi parpol baru.

Peluang parpol baru memang kecil,terutama jika mereka tak mampu mentransformasikan gagasan dan hasrat politis mereka di level kerja praktis, jejaring kader dan massa mengambang, figur,sumber finansial, serta berbagai pendekatan marketing politik berbasis komunitas. Ke depan pasar bebas parpol di Indonesia seharusnya memasuki fase konsolidasi, bukan terus-menerus menjadi ajang pencarian peruntungan para petualang.●

Tulisan ini bisa diakses di web Sindo:

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/397160/

Sumber gambar:

www.monitorindonesia.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 07 Jun 2011 11:49 PM PDT

Namun Nasdem tidak bisa hidup hanya mengandalkan suara dari basis pemilih Golkar.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai kemunculan Partai Nasdem lebih mengancam Partai Golkar, daripada partai-partai lain. Menurut peneliti senior Lembaga Survei Indonesia itu, setidaknya Nasdem akan mengambil 20 persen pemilih Golkar.

"Ini karena sebagian besar eksponen Nasdem berasal dari Golkar," kata Burhan saat diwawancara , Rabu 27 April 2011.

Memang, kata Burhan, LSI belum pernah melakukan survei tersendiri mengenai Nasdem yang awalnya dibentuk sebagai organisasi massa oleh Surya Paloh, Sultan Hamengku Buwono X dan sejumlah tokoh lainnya yang kebanyakan juga dari Golkar. Namun, "Seorang tokoh Golkar pernah bicara pada saya, minimal 20 persen suara Golkar bisa keambil oleh Nasdem," ujar Burhan.

Karena hanya bisa sekitar 20 persen itu, Burhan meragukan performa Nasdem dalam Pemilu 2014 nanti. Magnet elektoral nasional Nasdem dinilainya tidak cukup mumpuni untuk menggeret suara seperti terjadi pada Partai Demokrat dengan Susilo Bambang Yudhoyono-nya.

"Kalau tidak punya magnet elektoral nasional yang kuat, Nasdem harus melakukan strategi lokal," kata Burhan yang juga mengajar di Universitas Paramadina dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.

Strategi lokal yang dimaksud adalah, dari sekarang, Nasdem melakukan pembibitan calon-calon legislator sebagai magnet elektoral di tingkat lokal. "Kemungkinan ini ada, karena banyak tokoh-tokoh yang relatif senior di Nasdem," ujar Burhan. "Nasdem harus memodali mereka dari sekarang sampai 2014 nanti."

Sementara jargon 'restorasi' yang diusung Nasdem, menurut Burhan, tidak akan banyak berperan. "Terlalu indah untuk terjadi. Untuk konteks Indonesia, perlu lebih dari sekadar jargon," katanya.

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, sendiri sudah mewaspadai keberadaan Partai Nasdem ini, meski dia menyatakan tak perlu cemas. Justru munculnya partai baru dan para tokohnya yang notabene pernah jadi kader Golkar adalah bukti keberhasilan partai beringin mencetak kader.

Namun, kader harus memilih, tetap di Golkar atau menyeberang. "Kebanyakan pemimpin parpol di Indonesia itu kader Golkar. Kalau mereka mendirikan partai sendiri, tidak bisa dua kaki. Jadi harus diputuskan mulai sekarang," katanya.

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung, juga tidak gentar dengan munculnya partai-partai baru jelang pemilu 2014. "Golkar sudah berpengalaman, dan ujung-ujungnya mereka akhirnya kembali merapat ke Partai Golkar. Kami lihat, apakah partai baru itu mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab untuk bisa eksis minimal harus bisa lolos Parliamentary Threshold (PT) dan Electoral Threshold (ET)," kata Akbar di Surabaya.

Sumber :

Indofiles.org

Incoming search terms:

  • pan golkar nasdem
  • jurnal politik nasdem golkar
  • pengamat politik nasdem
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 19 Sep 2011 11:59 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Posted:

[unable to retrieve full-text content]
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Aug 2011 11:34 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Jul 2011 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 28 Jun 2011 11:01 PM PDT

Dear Diary.....: kenanganku-Wataniah part 1

Posted: 19 Apr 2010 07:48 PM PDT

Nornafisah Halit, PBT 6144606
Ni hostel wokyoh perempuan...

Boringnyer............

time2 boring cmni...lepak dpn pc n xtahu nk wat aper...

tetiba teringat member2 lama zmn wokyoh dulu..(Wataniah)

org kecik jer...tapi ganaz tau hehehe

masa tu igt lagi, Encik Fadzil baru mengajar kt Kolej Shahputra. Dia ajar subjek Computer. masa tu kami sumer tergamam. comelnyer lecturer nih.... paling tergamam Cik Zie(Jemah). rupernyer dia Leftenan Muda dlm Wataniah. atas dorongan beliau...majoriti kelas aku join wokyoh. tambah2 Jemah coz dia dah "cloud 9" sama itu lecturer.

Aku Wataniah ker minah Rempit???

first xtvt wokyoh yg kitorang join adalah "Latihan Berterusan Siri 1/2004, 14 - 20 April 2004". masa tu kitorang dok kat Ceruk Paloh, Pahang selama seminggu. gotong royong, kawad, tido kat balai raya...mandi pun berebut, masa tu muka mmg xtahu malu so kami g la minta izin mandi kat umah org kampung hahaha..

Pumpin, Aku, Pak Li, Donny & Zai di Ceruk Paloh

"Latihan Asas Parajurit Muda Siri 2/2004, 26 April - 25 May 2004"

Ha.....yang nie Kursus naik ker Prebet di Kem Jerantut, Pahang. Ramai yang lapor diri. Masa nie la mula kenal ramai kwn2 dari Jerantut, Pekan, Raub.... bila dah mula kenal, tiap2 ari nengok muka itu gak...jadi ramai la antara kengkawan yg terjebak dgn cinta sementara. (termasuk la aku hahaha). masa nie aku agak geng dgn bebudak Bukit Sagu sbb kwn2 kolej aku kebanyakannyer platun lain.

Setiap latihan kt sini... ayat paling famous adalah, "Kuih lapis, Kuih gulung, Kuih donut" naik "kenyang" layan kuih2 tu. nyaris muntah masa wat kuih gulung. tepi padang kawad tu rupernyer dh biasa kena muntah pas layan kuih2 tu hahaha. Ada satu part tu, aku n kwn2 tersampai awal kt dewan mkn. sepatutnya belum sampai masanya. (biasala askar kena ikut time). "Cik Misai" yg melentik tu nmpk. apalagi.... "Apa yg kau buat tu skuad? Ini belum masa utk kau makan. Lari la kau, 5 papan...!!!!" Arrgghhh!!!! Berlari la kami 5 pusingan keliling padang kawad hahaha.... terus xselera aku nk mk pas tu. disebabkan byk sgt kena layan "papan", bila abis latihan jer sarjan perli, "nti kau semua balik rumah, bawak papan2 tu skali. boleh buat rumah". Kurang asam...


Ni buka gambar kami nak pi berkelah ok....

Kat sini gak aku blajar macam2 yg ditempuhi oleh para askar kiter yang sentiasa berjuang demi keamanan Malaysia, cewah.... Walaupun xsedasyat diorg at least aku dapat rasa sket basic n memahami keadaan diorg masa tu. Bayangkan la, ada seminggu tu mereka tinggalkan kami kat satu "bukit" yang padang jarak, padang terkukur. dah la panas, xda pokok nk berlindung. nk mandi? seingat aku, time tu kami 2x jer dlm minggu tu hehehe. bau xder saper yg perasan sbb sumernyer bau masam hahaha...

sembhyg? time ni la "air minum ku, air wuduk ku jua". Jimat beb... time nie jgn ader saper pun yg kata dia bwk berus gigi. (kalo ader pun senyap2 jer). Sarjan pernah warning dulu..."Sapa2 bwk berus gigi, aku suruh satu platun berus gigi diorg dgn berus tu dan kau org yang terakhir pakai berus tu, dapat?" iyeewww...gelinyer... tapi aku paham niat sbnrnyer...org nk berperang slmtkan negara xkan kau sebok nk jaga penampilan diri,kan? tapi Sarjan xla sekejam tu...nk berus boleh tapi sorok2 hehehe.

kt sana kami kena gali kubu untuk team kami sendiri dr peha smpi paras dada. wah....dalam tu. menggalilah kami bagai nk rak. utk yg xder cangkul, kami gali guna parang, bekas makanan n aper sajer yg tercapai asalkan dpt wat lubang. masa nie aku agak kagum dgn Fuadilah. minah nie dapat partner lelaki yang agak2 malas nk keluar kederat. tapi minah nie selamba jer gali kubu tu dgn tenaga dia sendiri. tabik spring aku.

N di sini gak...aku ader pengalaman yg betul2 mengajar n menginsafkan aku.

waktu menggali nie, dlm keadaan panas terik...kami kekurangan air. aku ader la simpan sket air utk aku n partner aku. si Khalir (dak Raub kot) dtg n minta sket air dr kwn2 yg lain. sumer kata xder air. smpi la ke giliran aku, aku pun ckp xder iar. genap2 utk aku n partner aku. dia terus pergi tah kemana. tiba2, tgh2 giat menggali, kecoh sekeliling bila Khalir dikejarkan ke hospital sbb keracunan. rupa2nya dia turun ke bawah bukit n minum air kt tali air tu. khabarnyer air tu beracun sbb ader pihak2 yg baru meracun or what ever kt arear tu. Ya Allah....masa tu aku betul2 rasa bersalah. kenapa la aku x bagi sket air td kt dia. kalo x mybe xkan jd mcmtu. tapi Alhamdulillah...dia selamat n lusanya dia kembali menggali kubu bersama2. masa tu aku minta maaf beria2 kt dia n di just ckp " xda ape2 la... jgn risau". Sejak ari tu....aku xkedekut lagi. Insaf woo.....
kt sini juga kami berlatih tempur tanpa senjata. ni la gunanya bila peluru dah abis. xleh nk menembak so kena la pertahankan diri sendiri. ader satu part tu..aku pun lupa aper nama dia. saper2 tahu nti inform la kat aku yek... kami kena baring kt jln tar tu. matahari memancar n kaum lelaki yg xberbaju tu terpaksa menahan haba panas jln tar tu. cian kt dak lelaki. kami ladies yg berbaju nie pun terasa kepanasannya inikan lak lelaki2 yg xberbaju tu. xtvt ni sbg ujian tahan ujian n dugaan pada askar. ye la...cuba bygkan aper terjadi kalu kiter kena tahan dgn musuh. mcm2 diorg akan buat supaya kiter bocorkan maklumat kerajaan. so ini just latihan supaya kiter tahan lasak n xmudah bocorkan rahsia kerajaan.

Nie la Platun aku

Jijah, Zura, Zai, Ika, Aku, Yana & Sita


P/S:- aku paling xtahan tgk muka jemah bila En.Fadzil kata dia dh tunang. member tak selera nak makan tuh....hahaha

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.
Full content generated by Get Full RSS.
Full content generated by Get Full RSS.

06 di merapoh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di merapoh - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 09:20 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 04 Feb 2012 09:33 PM PST

URL Sumber Asal :-

Midie <b>Merapoh</b>: Mak mahu ke Pulau Pinang

Posted: 12 Mar 2011 12:00 AM PST

Kesian sangat pada mak aku ni. Semakin hari semakin uzur. Dulu masa di rumah aku, boleh juga dia pergi ke ruang tamu menonton televisyen jika bosan dengan berjalan perlahan-lahan berpapah kat dinding tetapi sekarang ni dia hanya terbaring di katil di biliknya sahaja. Kalau bangunpun untuk buang air atau makan. Makanannya kami kena hantar kat bilik kerana dia tak larat nak duduk lama-lama di kerusi.

Penyakit kencing manis dan jantungnya semakin teruk. Dulu ubatnya pil sahaja tetapi sekarang doktor kata mak aku perlu disuntik insulin. Masa di rumah aku ni, aku tolong suntik insulinnya dua kali sehari. sekali pagi dan sekali petang. Memang aku rasa ngeri untuk menyuntiknya tetapi apa nak buat, dah terpaksa.

Baru-baru ni mak aku dimasukkan ke wad semula setelah dibawa ke hospital oleh abang cik aku. Semasa aku balik ke Merapoh pada Hari Raya Haji baru-baru ni, aku memang dah perasan yang mak aku nampak macam tak berdaya sahaja. Aku ajak dia ke rumahku di Temerloh tetapi dia enggan dengan alasan kerja-kerja membuat bilik dan mengubahsuai bahagian depan rumahnya di Merapoh ni belum siap sepenuhnya. Dia kena tunggu sehingga selesai semua urusan itu barulah boleh ambilnya. Walaupun keberatan meninggalkannya dalam keadaan begitu tetapi aku tak bolehlah memaksanya.

Beberapa hari kemudian aku bertambah bimbang selepas menelefonnya di kampung. Suaranya memang macam tak sihat sangat lalu aku sms semua adik beradik aku yang jauh untuk memaklumkan keadaan mak aku itu. Abang cik aku di Keratong dengan penuh perihatin terus balik ke Merapoh untuk melihat mak aku. Kemudianm dia membawa mak aku ke Hospital Temerloh lalu mak dimasukkan ke wad. Terima kasihlah abang cik atas keperihatinan itu. Semoga menjadi contoh dan teladan kepada kita semua.

Setelah hampir dua minggu di wad, barulah mak aku dibenarkan keluar. Masa di wad kami semua bergilir-gilir menemaninya di wad itu. Kakde, Kakjang, Kakdak, dan abang cik tidur di wad lebih kurang tiga malam seorang. Bila tiba giliran aku, Alhamdulilah mak dibenarkan dibawa pulang dan aku membawa mak ke rumah aku di Taman Temerloh Jaya.

Aku memang dah lama merancang untuk pergi berjalan atau melancong ke Pulau Pangkor dalam cuti sekolah hujung tahun ini. Aku tertarik mendengar aktiviti snorkeling seperti yang diceritakan oleh seorang rakanku yang pernah pergi ke sana. Sebelum ke situ aku merancang untuk menziarahi abang bong aku yang sudah lama sakit di Penaga, Pulau Pinang. Tempat jauh ni susahlah nak datang melawat kerana bukan sahaja jaraknya yang jauh tetapi kita juga kena bersedia dengan masa dan wang ringgit. Memang sudah lama aku tak melawat abang bong aku yang sakit tu tetapi apakan daya, keadaan tidak mengizinkan aku ke sana selalu.

Aku ceritakan hasrat aku itu kepada mak aku. Aku juga beritahunya tidak dapat membawanya sekali dengan alasan dia masih terlalu lemah untuk ke sana. Aku ingin menghantar mak aku ke rumah abang cu aku di Bagau Parit sementara aku berjalan ke sana. Sebelum itu aku ada bercerita kepada abang-abang dan kakak-kakak aku tentang perkara itu dan mereka semua melarang aku membawa mak aku berjalan sekali memandangkan dia masih terlalu lemah.

Aku lihat mak aku diam saja setiap kali aku beritahu akan menghantarnya nanti ke rumah abang cu di Bagau Parit. Sehari sebelum aku bertolak ke Pulau Pinang, aku ajaklah mak aku ke rumah abang cu tetapi rupanya mak aku ingin mengikutku walaupun keadaannya seperti itu. Puas aku memujuknya supaya tinggal sahaja di rumah abang cu tetapi dia tetap bertegas untuk mengikut kami ke Pulau Pinang yang memakan masa 6 hingga 7 jam perjalanan dari Temerloh. Aku risau nanti dia tidak larat duduk di dalam kereta selama itu,  apatah lagi dia baru sahaja beberapa hari keluar dari wad. Bagaimanapun akhirnya aku dengan rela hati membawa juga mak aku memandangkan kesungguhannya untuk mengikutku ke sana walaupun mungkin menerima risiko mak jatuh sakit dek kerana terlalu keletihan berjalan. Aku cukup tersentuh apabila dia berkata "Nak risau apa, kan awok ada!". Aku bertawakkal kepada Allah, semoga mak aku selamat pergi dan pulang.

Kenapa mak aku beria-ia sangat nak mengikutku ke Pulau Pinang?

Sebenarnya mak aku tu terlalu rindukan abang bong. Abang bong memang dah tak berdaya untuk datang menjengoknya. Khabarnya penyakit abang bong semakin teruk sekarang. Entah kenapa bahagian belakang dan lehernya membengkak tanpa diketahui sebabnya.

Setibanya kami di rumah abang bong kira-kira pukul 4.30 petang. Di muka pintu rumahnya, aku terus nampak abang bong tersenyum sambil memandangku. Aku memberi salam dan terus menuju kepadanya yang tersandar di kerusi malas untuk bersalaman. Aku melihat wajahnya, dia lebih kurus dan cengkung daripada masa aku datang ke rumahnya hampir setahun lalu. Aku melihat dan merasa tempat bengkakan di leher dan di belakangnya. Bengkak itu agak besar dan rasanya keras bagai ada tulang di dalamnya. Katanya tempat itu memang sentiasa terasa sakit bagai ada duri yang menusuk. Ada masa rasa sakitnya terlalu kuat dan ada masanya agak reda. Masa redalah dia dapat terlelap sesekejab di kerusi malas itu. Cubalah bayang jika kita berada di tempatnya sekarang yang sentiasa menanggung sakit dan tidak dapat tidur secukupnya sudah lebih setengah tahun. Adakah kita terus bersabar dan mampu tersenyum sepertinya...

Dia memberitahuku di kerusi inilah dia duduk setiap hari termasuklah pada waktu malam. Dia tidak dapat tidur di katil kerana bengkak di belakang dan lehernya itu akan lebih terasa sakitnya apabila berbaring di atas katil. Di kerusi inipun bukanlah dapat tidur lena sangat tetapi dia berasa lebih selesa dan dapatlah terlelap juga sekali sekala...

Full content generated by Get Full RSS.
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Feb 2012 09:19 PM PST

URL Sumber Asal :-

Suzani + Atikah « Kerul Shukor | Jurufoto Kahwin, Jurugambar <b>...</b>

Posted: 14 Jan 2012 03:39 PM PST

Suzani + Atikah

Assalamualaikum,

Entri 1st untuk tahun 2012 walaupun sudah 2 minggu 2012 bermula, tak terlambat lagi aku nak ucapkan selamat tahun baru kepada korang. Bermulanya tahun 2012 ni aku berharap agar ada peningkatan demi peningkatan untuk aku berjaya dalam bidang yang aku minati ini, aku akan cuba buat terbaik, InsyaAllah. Ok, kali ni pasangan Suzani dan Atikah yang berlansung di Temerloh dan belah lelaki pula di Merapoh. Bukan Jemapoh tau, tu cerita "Dari Jemapoh ke Manchester",hehe. Tapi perjalanan ke Merapoh boleh tahan juga jauhnya, 3 bandar aku tempuh, mula-mula Bentong, Raub dan Kuala Lipis. Tapi Raub dan Kuala Lipis 1st time aku ke sini, harap je orang Pahang. Hahaha..






















Cerita pasal Merapoh tadi, aku ditemani oleh 2 jejaka hensem yang sudi ikut aku ke sana, terima kasih K.A dan Ajak. Ok, kepada kedua pengantin, semoga kalian berbahagia sampai akhir hayat, InsyaAllah.

Wassalam~

Kerul Shukor
Jurufoto
Email: kerulshukor@gmail.com
Tel: 017.209.2184
YM: kerulala

  

Tags: , , , , , , , ,

Like this post? Share it!

Full content generated by Get Full RSS.

06 di lurah bilut - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di lurah bilut - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di lurah bilut</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

<b>Bilut</b> (2006) ~ Filem Melayu Sepanjang Zaman

Posted: 05 Feb 2012 05:45 AM PST

Pada tahun 1960 Yazid menyertai antara kumpulan pertama yang meneroka tanah rancangan Felda di Lurah Bilut. Yazid terpaksa berdepan dengan pelbagai cabaran dan segala tekanan perasaan. Sahabatnya, Rosli mati dihempap pokok. Rumah mereka ranap dipukul ribut. Anak bongsunya, Yamin, mati dibaham harimau. Pada masa yang sama, Yazid mendapat tahu ada di antara peneroka yang berkomplot menjual semula baja-baja subsidi yang diberikan oleh kerajaan bagi mengaut keuntungan jangka pendek. Yazid juga cuba difitnah oleh sahabatnya sendiri, Hamzah yang mengatakan kononnya dia yang menjual baja subsidi secara haram. Tidak hanya itu, mereka juga menghadapi bahaya apabila masih ada saki-baki pihak komunis di kawasan hutan itu. Namun segala cabaran dihadapi dengan cekal dan kemudian kejayaan awal hadir dalam hidupnya apabila anaknya, Yusof, menjadi satu-satunya anak Felda yang melanjutkan pelajaran di Brussels dalam jurusan pentadbiran. Di Brussels, Yusof menjalinkan hubungan cinta dengan Khaty, rakan sekuliahnya tetapi mendapat tentangan keluarga Khaty kerana anak seorang Peguam Negara tidak wajar menjalinkan hubungan dengan anak peneroka. Yusof akur dengan hakikat kehidupan dan kesedihannya itu menjadikan dia lebih rapat dengan Lisa yang juga rakan kuliahnya sehinggakan dia bercadang untuk mengambil Lisa sebagai isteri. Lisa memeluk agama Islam dan menukar namanya kepada Mazuin. Tapi hasrat Yusof tidak dipersetujui oleh bapanya, Yazid, yang merasakan bahawa sukar untuk berkahwin dengan golongan lebih berada sebagaimana yang pernah dilalui olehnya dengan arwah ibu Yusof dulu. Sementara itu, adik Yusof, Asmah telah dinikahkan dengan Iskandar, kawan Yusof. Namun kebahagiaan Jamilah tidak kekal lama apabila Iskandar hilang di dalam hutan tanpa ditemui lagi. Sejak itu, Jamilah menjadi tidak keruan dan bagaikan kurang waras. Yusof pula berkahwin dengan Saleha, seorang jururawat yang pernah menjaga bapanya di hospital. Hasil perkahwinan itu, Yusof dianugerahkan dua orang anak perempuan kembar, Maimunah dan Maimun. Pada tahun 2006, pembuat filem dokumentari dari Filipina, Gabriel tiba di Malaysia dalam usahanya mengumpul maklumat sambil melihat dan mengalami sendiri perkembangan serta kemajuan yang telah dibuat oleh Felda. Kisah kejayaan Felda sebagai pemangkin ekonomi rakyat dan negara Malaysia memberikan inspirasi kepada beliau untuk menerbitkan filem dokumentari mengenainya. Di Kuala Lumpur, Gabriel bertemu Yusof yang juga rakannya semasa sama-sama belajar di universiti di Brussels pada tahun 1976. Yusof ialah anak peneroka yang sudah berjaya dan kini seorang eksekutif kanan Felda. Gabriel melihat Yazid dan Yusof sebagai simbol dua era - permulaan dan perkembangan, keringat dan hasil, ideologi dan keberkesanan - dan merumuskan bahawa Felda adalah perintis segala-galanya yang lahir daripada perancangan dan wawasan yang wajar dijadikan teladan. Setelah mendengar, melihat dan mengalami sendiri kehidupan di tanah Felda, Gabriel pulang ke negaranya dan kembali semula ke Malaysia bersama-sama krew penggambaran untuk penggambaran filemnya itu.
Rosyam Nor, Eja, Que Haidar, Adlin Aman Ramlie, Rusdi Ramli, Ezlynn, Lisdawati, Aqasha, Khir Rahman, Siti Elizad, Yasmin Hani, Soffi Jikan, Bront Palarae

06 di nenasi - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di nenasi - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 07 Feb 2012 03:31 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 04 Feb 2012 03:10 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Feb 2012 03:31 PM PST

URL Sumber Asal :-

KEBAKARAN KEDAI MAKAN DAN RUMAH KEDIAMAN <b>DI NENASI</b> <b>...</b>

Posted: 29 Jan 2012 08:10 AM PST

[unable to retrieve full-text content]KEBAKARAN KEDAI MAKAN DAN RUMAH KEDIAMAN DI NENASI PADA 25.1.2012. 'Malang memang tidak berbau.' Itu lah saja ungkapan yang sering dapat kita katakan jika berlaku sesuatu malapetaka dan kejadian yang ...

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Oct 2011 04:05 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Sep 2011 03:48 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Aug 2011 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Aug 2011 03:15 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Jul 2011 03:04 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 13 Apr 2011 12:00 AM PDT

Tidak mengambil berat tentang kepentingan belia <b>di Nenasi</b> | Aduan <b>...</b>

Posted: 13 Apr 2011 11:22 AM PDT

Assalamualaikum…sy selaku wakil dari Kampung Nenasi ingin mengadu mengenai pemimpin dikawasan kampung kami yg tidak menjalankan tugasnya dengan baik.tidak pernah memberi peluang kepada anak2muda atau belia dikampung kami untuk bersuara dalam apa2 saja halyg berkaitan dgn kampung kami.

Iiada inisiatif lain untuk membangunkan anak2 muda di kawasan kami.sikap lepas tangan amat jelas ditunjukkan oleh pemimpin di tempat kami…terutama dalam aktiviti sukan..aduan telah dibuat kepada pihak atasan,namun sebarang tindakan tidak diambil…sy wakil belia amat kecewa kerana tidak ada sokongan dari pihak pemimpin di kwasan kami sekiranya pihak belia ingin mengadakan sesuatu aktiviti.

By: azman

Aduan yang berkaitan:

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 22 Sep 2011 04:02 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 18 Sep 2011 03:11 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 24 Jun 2010 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 24 Jun 2010 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 24 Jun 2010 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 24 Jun 2010 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 24 Jun 2010 12:00 AM PDT

Rebecca Duckett highlights the risks posed by swiftlet farming in the George Town world heritage site in a letter to the Penang Chief Minister.

As a resident of George Town and as a council member of the Penang Heritage Trust, I want to bring to your attention yet again, the problem of swiftlet farming in our urban areas. The National Guidelines For Swiftlet Breeding are to be presented to Cabinet very soon and there has been no public discussion whatsoever with stakeholders, residents or NGOs. This lack of transparency has to be addressed before any Guidelines for Swiftlet breeding can be passed.

According to the June 2005 newsletter of the Malaysian Swiftlet Farmers Association, over 10% of houses - 400 houses- in George Town have been converted into swiftlet farms. The latest casual count estimates that these numbers could be closer to 20% of houses in George Town.

We do not oppose swiftlet farming in general; it is a very lucrative business which brings in approximately RM 1.5 billion per year. However, the damage urban swiftlet farming in George Town is doing to our "intangible heritage", by moving people out of buildings in order to open swiftlet farms, and to our "tangible heritage" by destroying the original features of the "exceptional range of shophouses and townhouses" that gave us our WHS listing in the first place is too great to be ignored.

Swiftlet farming encourages swiftlets to nest in a particular house, in order to harvest the nests that they build there. These nests are then sold on at an extremely lucrative price, to be used as the main ingredient in birds nest soup. We are not opposing the practice of swiftlet farming in general but we want it relocated from George Town into less populated, agricultural areas, for the following reasons:

1) Health concerns, including but not limited to:

- Cryptococcus
Dried bird droppings and bird's nests have been known to harbour the yeast spore Cryptococcus, which ideally forms colonies at 20 - 37°C (perfect for Georgetown) and which is responsible for infections in human beings. Inhalation of Cryptococcus spores cause lung infections, cryptococcal meningitis and pneumonia in healthy children and adults, and is particularly dangerous to anyone who is immuno-compromised.
King, Dr. John W. and DeWitt, Meredith L., "Cryptococcosis," http://emedicine.medscape.com/article/215354-overview, October 30th, 2009

- Avian Flu
Avian flu, or H5N1, is a rare but severe disease that can be fatal. The last person diagnosed with avian flu was in Vietnam on 16th March of this year. According to the WHO (World Health Organization), "all birds are thought to be susceptible to infection with avian influenza viruses". It is possible that the avian flu virus could be introduced to swiftlets in George Town from migratory waterfowl, which scientists believe are "now carrying the H5N1 virus in its highly pathogenic form, sometimes over long distances."

The WHO states: "Japan, the Republic of Korea, and Malaysia have controlled their outbreaks and are now considered free of the disease. Elsewhere in Asia, the virus has become endemic in several of the initially affected countries." However, there is no reason to suggest that swiftlets coming into contact with infected migratory birds from other parts of Asia will not contract H5N1. Living in such close proximity to one another, contaminated swiftlets would quickly transfer the disease between themselves, increasing the chances for human infection either via direct contact with contaminated birds or contaminated feces, the two most common sources of infection. World Health Organisation, "Avian influenza "bird flu"," http://www.who.int/mediacentre/factsheets/avian_influenza/en/#countries, February 2006

- Dengue Fever

Pools of water created by swiftlet farmers to ensure an ideal humidity and temperature for the birds also create perfect breeding grounds for mosquitos, including Aedes Mosquitos, which carry Dengue Fever. Outbreaks in George Town on specific streets have recently been very common.

2) The danger swiftlet farming poses to George Town's Unesco status:

- The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) seeks to encourage the identification, protection and preservation of cultural and natural heritage around the world considered to be of outstanding value to humanity. George Town's World Heritage Site status is not just a label that will increase tourism, but a treaty signed to conserve the unique "intangible heritage" of George Town.

However, homes that are converted into birdhouses suffer irreparable damage, as original windows, doors, plasterwork and features are removed, and sprinkler systems are set up to keep the house humid. This not only causes water damage, damp and rot to that house, but also to adjacent properties, thereby threatening the "unique architectural and cultural townscape without parallel anywhere in East and Southeast Asia...in particular [the] exceptional range of shophouses and townhouses" which gave George Town WHS status in the first place.

Puan Maimunah, as Acting General Manager to the George Town World Heritage Office, has stated that: "personally, the swiftlet industry poses a conflict to the World Heritage Site listing, and possibly needs to be relocated". If action is not taken against urban swiftlet farming, and George Town "loses the characteristics which determined its inscription on the World Heritage List" it may be placed on the List of World Heritage in Danger or have its status as a World Heritage Site revoked. The Site listing undoubtedly brings more tourism and therefore more money to our city. The loss of our architecture and/or listing would negatively impact on tourism and harm the economy of George Town.

3) Noise pollution:

- The sound systems used to attract swiftlets by playing amplified birdsong continuously constitutes noise pollution, which is a nuisance for residents of and visitors to George Town. However, in recent months, the main source of noise pollution is the birds themselves because numbers have soared and are now out of control. The sky above residences in George Town are full of birds emitting piercing sounds especially in the early hours of morning, late afternoon and evening.

Responsibility of the Penang state government and its departments:

The Penang State Government controls the future of George Town. The decisions made now have long term consequences. In order to address these consequences, we urgently request that the State Government of Penang keeps to and enforces, the terms of the extended moratorium on Swiftlet breeding in George Town, that states that operators cannot start any new swiftlet farms in George Town. The moratorium was set up to halt the proliferation of swiftlet houses in George Town, not as a open bill for them to proliferate freely. The breeders are openly setting up new farms all over George Town. By condoning and allowing this to happen the State Government and MPPP accepts that it is responsible for any negative impact on public health and environment.

We request that the State Government creates a heft annual tax to be paid by each individual urban swiftlet farm until they have moved from the urban areas of George Town on or before the deadline set by the State Government. This tax creates a fund which can then be used when an outbreak of Avian Flu H5N1, Crytococcus or other disease relating to birds, breaks out enabling the State Government to act on any emergency measures needed for this outbreak or environmental disaster cleanup. For the swiftlet farmers, this tax payment will mark their dedication to the maintenance of their farms health and safety measures and further reinforces their responsibility and belief that swiftlet farming in urban areas amongst a dense human population, poses no dangers to humans. Non payment of this tax allows the State Government to forcibly close down the swiftlet farm.

We also insist that in addition, the State Government as a whole, with the Heads of the Veterinary Department and Public Health, be made personally responsible for any environmental and health and safety issues that will arise from the spiralling increase in the population of swiftlets over George Town and the environmental disaster that will take place within the next few years, if swiftlet farms are not removed immediately from our urban areas. The State Government and the Heads of the Veterinary Department and Public Health will also be personally responsible to pay any compensation required in events of death from any bird related disease, outbreak of disease, as well as the loss of investment made by stakeholders who have put huge investments into the belief that George Town will benefit from its Unesco World Heritage Status and is currently being marketed as a tourist destination and world class heritage site by the Penang State Government. Loss of investment should also include, but not be limited to, being forced to move from buildings because of an individuals fear to his/her own personal health and safety.

Laws are being enforced by the State Government on developers, on residents, on landlords that are trying to revitalise George Town as a residential, cultural, heritage and tourist hub, yet swiftlet farms are being allowed to proliferate freely, beyond the realms of law. The State Government must act with a balanced hand.

I would request your immediate assistance in lobbying the Malaysian Government to sign into law, guidelines explicitly prohibiting swiftlet farming in George Town and urban areas, and to act on bringing current owners of swiftlet farms in urban areas to justice. The health and safety of the rakyat and Malaysia's precious environment should be foremost in any Government initiative. Moving swiftlet farming out of George Town and urban areas is in keeping with the State Government of Penang's initiative for a "Cleaner, Greener, Penang" and must be viewed with long term benefit to all the rakyat, all cultures, all tangible and intangible heritage in George Town and our urban areas.

Rebecca Duckett is a council member of the Penang Heritage Trust

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 01 Sep 2011 03:52 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Aug 2011 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Aug 2011 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Jul 2011 03:04 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 13 Apr 2011 12:00 AM PDT

Tidak mengambil berat tentang kepentingan belia <b>di Nenasi</b> | Aduan <b>...</b>

Posted: 13 Apr 2011 11:22 AM PDT

Assalamualaikum…sy selaku wakil dari Kampung Nenasi ingin mengadu mengenai pemimpin dikawasan kampung kami yg tidak menjalankan tugasnya dengan baik.tidak pernah memberi peluang kepada anak2muda atau belia dikampung kami untuk bersuara dalam apa2 saja halyg berkaitan dgn kampung kami.

Iiada inisiatif lain untuk membangunkan anak2 muda di kawasan kami.sikap lepas tangan amat jelas ditunjukkan oleh pemimpin di tempat kami…terutama dalam aktiviti sukan..aduan telah dibuat kepada pihak atasan,namun sebarang tindakan tidak diambil…sy wakil belia amat kecewa kerana tidak ada sokongan dari pihak pemimpin di kwasan kami sekiranya pihak belia ingin mengadakan sesuatu aktiviti.

By: azman

Aduan yang berkaitan:

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.
Full content generated by Get Full RSS.
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 03:17 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Feb 2012 03:30 PM PST

URL Sumber Asal :-

PIZA | dari almari kartun

Posted: 19 Feb 2008 03:28 AM PST

[unable to retrieve full-text content]Dilahirkan pada 19 Julai 1971 di Nenasi, Pekan, Pahang, Piza memulakan alam persekolahan pada tahun 1978 di Sekolah Rendah Sultan Abdullah, Kuantan dan mengakhirinya setakat tingkatan tiga di Sekolah Menengah ...
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di nenasi</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Feb 2012 03:30 PM PST

URL Sumber Asal :-

PIZA | dari almari kartun

Posted: 19 Feb 2008 03:28 AM PST

[unable to retrieve full-text content]Dilahirkan pada 19 Julai 1971 di Nenasi, Pekan, Pahang, Piza memulakan alam persekolahan pada tahun 1978 di Sekolah Rendah Sultan Abdullah, Kuantan dan mengakhirinya setakat tingkatan tiga di Sekolah Menengah ...
 

BLOG PAHANG

Copyright 2010 All Rights Reserved