ads

Selasa, 1 Mei 2012

06 di ceruk paloh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di ceruk paloh - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 30 Apr 2012 11:21 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 29 Apr 2012 11:20 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di ceruk paloh</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Jun 2011 11:43 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Dakwah kampung… « indahnya hidup ini dengan agama…

Posted: 05 May 2011 06:03 PM PDT

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha mengasiihani…

Alhamdulilah…segala puji hanyalah bagi Allah tuhan sekalian alam…

Maafkan daku…

Sudah terlalu lama aku tidak mengemaskini blog usangku ini..Ada beberapa orang yang aku jumpai bertanyakan perihal blogku yang sudah lama tidak di update,di dalam hatiku berkata : 'Alhamdulilah..ada juga yang sudi membacanya!!'

Ramai yang bertanyakan keadaan diriku sekarang,sekarang aku sudah bergelar guru J-QAF di dalam Opsyen Bahasa Arab di sebuah institusi perguruan di Batu Pahat,dan seperti biasanya bagi seorang guru J-QAF sepertiku akan diletakkan ke sebuah sekolah sebagai latihan mengajar..dan sekarang aku ditempatkan di sebuah sekolah yang bernama Sekolah Rendah Kebangsaan Kampong Chamek di Paloh,Kluang,Johor Darul Ta'zim..lebih kurang 2 jam perjalanan dari Jasin ke sana..

Aku duduk di sebuah rumah kuarters guru yang disewa bersama-sama dengan 2 orang ustaz muda lain yang amat baik peribadi dan akhlaq mereka..yang mana mereka berdua merupakan rakan dakwahku kepada para penduduk Kampung Chamek ini…

Daku teringat akan sebuah kata-kata daripada imam idolaku selepas baginda nabi sallallahu alaihi wassalam iaitu Al-Imam As-Syahid Hasan Al-Banna di dalam sebuah kitab beliau : 'Di antara tanda seorang lelaki yang soleh ialah dia akan meninggalkan negeri yang didiaminya dengan para penduduk yang beriman kepada Allah dan beramal soleh'

Aku merupakan di antara orang yang bercita-cita ingin menjadi seorang lelaki soleh,dan aku kongsikan cita-citaku ini bersama dua orang ustaz ini yang mana kami makin rancak merangka pelan-pelan dakwah kepada penduduk kampung ini…Alhamdulilah bersyukur aku ke hadrat Allah kerana sebelum kedatanganku ke kampung ini,Ustaz Fadhil yang merupakan seorang graduan UKM sudah memulai program pembudayaan Al-Quran kepada penduduk kampung..pakcik-pakcik yang hadhir akan mengikuti bacaan Ustaz Fadhil seterusnya ustaz akan menterjemahkan ayat yang dibacanya seterusnya ayat-ayat yang sudah dibaca dikupas dengan lebih mendalam..teramatlah cantik dan indah sekali dakwah sebegini..

Dua hari lepas pula hasil mesyuarat ahli-ahli jawatankuasa masjid kampung pula telah meluluskan permohonan kami untuk mengisi setiap malam dengan kelas-kelas agama yang lebih konsisten..kami diberikan bidang ilmu masing-masing..Ustaz Fadhil meneruskan Program Pembudayaan Al-Quran,aku pula akan membuka kitab Feqh Manhaji di dalam Mazhab Syafie' manakala Ustaz Hasyrie akan membuka kitab tajwid dan akan membetulkan bacaan para penduduk kampung…Demi Allah perjalanan dakwah ini adalah teramat manis dan tidak terucap oleh kata-kata!

Program orang muda dan tahniah…

Tujuan aku menceritakan perkara ini semua bukanlah untuk mendabik dada mengatakan bahawa kamilah pendakwah di jalan Allah!! Minta dijauhkan amal yang tidak ikhlas kerana Allah sepertimana Allah jauhkan jarak di antara Timur dan Barat…cerita ini semata-mata hanyalah ingin mengajak kaum muda semua menghargai masa muda kita dengan mengajak orang islam mengenali dengan lebih mendalam agama mereka sendiri walau di ceruk bumi mana pun kita berada!! Andai tidak dilakukan ketika di usia muda,apabila badan sudah sakit-sakit nanti mulalah berkata-kata : 'Kalaulah masa muda dulu aku buat ini dan itu'..ceh!

Dan hasil pengalaman dua orang ustaz ini yang penuh sarat dengan idea-idea program-program islami yang menarik orang muda ke masjid dengan izin Allah aku berharap agar dengan usaha ini lebih ramai orang muda akan terlekat hati mereka ke masjid dan akhirnya bakal mendapat lindungan arasy Allah di hari yang tiada sebarang lindungan melainkan lindungaNya…

Seterusnya tahniah aku ucapkan kepada rakan-rakan seperjuangan di bumi Melaka yang sudah menyusun saf kepimpinan pemuda yang baru..tiadalah lain hanyalah aku mendoakan dari kejauhan kejayaan dakwah di bumi sendiri…

Masalah permasalahan…

Dan masalah yang kami hadapi di sini pula ialah kekurangan orang muda untuk ke masjid tahap pupus!! Dan Alhamdulilah hasil perbincangan kami bertiga dan beberapa orang kampung yang sangat rapat dengan kami,beberapa program telah dirancang bersesuaian dengan kesukaan orang muda kampung ini..ada yang berbentuk outdoor dan ada yang berbentuk kerohanian..dan diharapkan tiada pula puak-puak pejuang bangsa menghalang jalan dakwah ini dan jikalau ada pun aku mendoakan semoga Allah tunjukkan mereka jalaNya yang lurus dan inilah cabaran dakwah daripada zaman para rasul sehinggalah zaman sekarang yang mana sememangnya tidak pernah menjanjikan karpet merah dan bunga rampai tetapi yang ada hanyalah duri-duri dan jalan yang penuh liku dan kesusahan tetapi tersimpan seribu kemanisan jika dihiasi dengan ikhlas dan tenang dengan janji-janji Allah yang maha benar!!

Dalam usaha mengumpul orang muda supaya melekat ke masjid ini,maka adalah tidak bijak jikalau dakwah lebih menempelak ibadat-ibadat turun temurun mereka seperti membaca Surah Yaasin di malam jumaat dan membaca tahlil,kerana apabila aku sudah masuk ke dalam dunia orang kampung,barulah aku sedar bahawa ibadat-ibadat sedemikian mempunyai kuasa yang besar untuk mengumpulkan muka-muka yang tidak pernah ke masjid,oleh itu,aku bersikap tidak melarang ibadat sedemikian tetapi membetulkan pemahaman mereka tentang ibadat,aku mencadangkan agar ditambah membaca Surah Al-Kahfi sekembalinya daripada membaca Surah Yaasin dan beberapa lagi tambahan ibadat yang lain yang lebih menepati sunnah dan tidak pula memecah belahkan perpaduan mereka dan menghalang niat mereka untuk ke masjid…

Kerana apa yang penting bukanlah aku dapat menegakkan sebuah kebenaran hujjah dan bersikap tegas di dalam agama tetapi ianya adalah dapat menarik mereka ke masjid dan memahami ajaran agama Allah dan mengamalkanya di dalam kehidupan seharian mereka agar dapat mengundang barakah di bumi bertuah ini…

Aku berharap blog ini bakal berjalan semula seperti biasa dengan dihiasi ilmu-ilmu Allah serta peringataNya dan mutiara kata baginda nabi sallallahu alaihi wassalam..opss lupa cakap,di bahagian tab akan diletakkan beberapa lagi terjemahan yang sudah dilakukan tetapi belum diletakkan lagi di sini..

HIDUPLAH PERJUANGAN ISLAM SELAMANYA…

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

PALAS NETWORK: Pasar Bebas Partai Politik

Posted: 07 May 2011 07:00 AM PDT

Sejarah partai politik (parpol) di Indonesia selalu berulang. Setiap menjelang pemilu selalu ada parpol baru yang muncul dan mencoba peruntungan untuk bersaing pada perhelatan demokrasi lima tahunan.

Kini,wajah-wajah parpol baru pun mulai menampakkan diri ke permukaan, antara lain Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Nasional Republik (Nasrep),Partai Persatuan Nasional (PPN), dan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia (PKBI).Tentu,hasrat politis untuk berserikat dalam parpol merupakan hak konstitusional warga negara meskipun upaya mewujudkan hasrat tersebut kerap kali tak dibarengi modal yang kompetitif.

Tipologi Parpol

Tak berlebihan jika kita sebut demokrasi kita saat ini telah menjadi pasar bebas parpol. Siapa pun dapat mendirikan parpol dan berkompetisi dalam pemilu setelah melewati berbagai syarat formal dan lolos menjadi kontestan, baik karena menyiapkan diri maupun karena keahlian para politikus meretas beragam celah aturan main yang tersedia. Pengalaman pada Pemilu 2009, dari 38 parpol yang menjadi kontestan, hanya 9 yang bisa melampaui angka parliamentary threshold (PT) 2,5% dan akhirnya menjadi penghuni rumah rakyat di Senayan. Jika kita amati,paling tidak ada empat tipologi parpol baru yang saat ini mulai beredar.

Pertama, parpol yang diinisiasi oleh elite yang tersisih dari atmosfer kekuasaan parpol besar. Partai Nasdem masuk dalam kategori ini. Sebagaimana kita ketahui, Nasdem tak terpisahkan dari sosok Surya Paloh meskipun secara formal tak diketuai langsung olehnya.Konteks kelahiran Nasdem diawali histori kontestasi Paloh vs Aburizal Bakrie dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Saat Paloh tersisih, dia mulai mengejawantahkan hasrat politisnya lewat Nasdem. Memang, secara organisasional Partai Nasdem dipimpin oleh Patrice Rio sebagai ketua dan Ahmad Rofiq sebagai sekretaris jenderal.Namun,publik juga sangat paham bahwa genealogi politik Nasdem bisa dirunut ke Paloh.

Mirip posisi SBY di awal kelahiran Partai Demokrat, tak duduk sebagai ketua umum parpol, tetapi berada di puncak hierarki kebijakan organisasi sehingga memiliki kuasa menentukan arah perjalanan parpol.Paloh dalam konteks ini sedang menjalankan two step models of leadership. Model ini digunakan untuk manajemen tes situasi dan respons khalayak dalam sebuah pasar bebas parpol yang begitu kompetitif. Jika Nasdem di kemudian hari gagal bersaing dalam pasar bebas parpol, orang diharapkan tak akan langsung menunjuk sebagai kegagalan total Paloh karena secara manajerial, organisasi ditukangi oleh orang lain.

Kedua, parpol baru yang muncul dari konflik organisasional yang menyebabkan dualisme kepengurusan. PKBI merupakan parpol produk konflik terbuka antara kubu Muhaimin Iskandar dan putri kedua almarhum Gus Dur,Yenny Wahid.Tertutupnya islah melahirkan keputusan pendirian parpol baru yang sama-sama akan menggarap basis masa kaum nahdliyin. Tentu, modal awal PKBI adalah reference power dari figur GusDuryangdilekatkandengan sosok Yenny sehingga diharapkan menjadi katalisator modal sosial, politis, dan finansial bagi ekstensi PKBI ke depan. Jika berbicara ceruk pasar kaum nahdliyin yang sangat potensial, tentu kehadiran PKBI sedikit banyaknya akan merugikan eksistensi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Pemilu 2014.

Ketiga, parpol produk agregasi politik dari beberapa kekuatan yang telah ada sebelumnya. Partai Persatuan Nasional (PPN) merupakan hasil fusi dari 10 partai kecil. Dalam UU No 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik muncul sejumlah pengetatan aturan,misalnya verifikasi parpol yang harus selesai paling lambat akhir 2011, keharusan memiliki kepengurusan di 33 provinsi, 75% kabupaten/kota yang ada di provinsi, serta minimal 50% kecamatan di kabupaten/ kota seluruh Indonesia. Belum lagi polemik soal peningkatan angka PT dalam pembahasan RUU Pemilu Legislatif yang dirasakan kian mengancam eksistensi parpol-parpol kecil.Maka,setelah mengalkulasi hitung-hitungan politik ke depan,10 parpol kecil itu akhirnya bersepakat melakukan fusi.

Keempat, parpol baru pengusung romantisme sejarah Orde Baru.Pasca-Reformasi selalu ada tipe parpol yang jualan utamanya adalah kedigdayaan politik Soeharto. Misalnya, menjelang Pemilu 2004, tepatnya 9 September 2002, didirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) oleh Jenderal (Purn) Hartono yang menggandeng Siti Hardijanti Rukmana sebagai salah satu deklarator. Napas serupa sepertinya kini juga ada pada parpol Nasrep dengan memosisikan Tommy Soeharto sebagai modal dasar pergerakan Nasrep.

Persaingan

Keberadaan parpol dengan identitas baru, tetapi tipologi lama ini sepertinya berat bersaing di era demokrasi pasar bebas. Pertama, munculnya titik jenuh khalayak terhadap keberadaan parpol. Sikap dan perilaku politik para politikus lintas parpol nyaris seragam, yakni kurang merepresentasikan aspirasi rakyat.Sementara parpol baru yang hadir tak memiliki cukup nilai distingtif yang bisa memberi impresi sekaligus referensi baru bagi pemilih. Kedua, parpol baru pun masih terjebak pada identifikasi citra simbolik elite daripada jejaring kader ideologis. Misalnya lebih mengedepankan nama-nama besar Surya Paloh, Yenny Wahid (Gus Dur),Tommy (Soeharto). Ketiga, regulasi yang lebih ketat baik dalam UU Parpol maupun dalam UU Pemilu.Tentu, ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi parpol baru.

Peluang parpol baru memang kecil,terutama jika mereka tak mampu mentransformasikan gagasan dan hasrat politis mereka di level kerja praktis, jejaring kader dan massa mengambang, figur,sumber finansial, serta berbagai pendekatan marketing politik berbasis komunitas. Ke depan pasar bebas parpol di Indonesia seharusnya memasuki fase konsolidasi, bukan terus-menerus menjadi ajang pencarian peruntungan para petualang.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

06 di jengka - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di jengka - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di jengka</b> - Google Blog Search

Posted: 27 Apr 2012 11:38 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di jengka</b> - Google Blog Search

Posted: 15 Apr 2012 11:20 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Ceritera Cinta Ima Althafunnisa&#39;: 2 Nenek Kena Belasah <b>Di Jengka</b> 20.

Posted: 13 Apr 2012 06:08 AM PDT

Hi r.e.a.d.e.r.s,

Hari nie cik Ima dah selamat sampai di bumi Sintok. Semalam bertolak pada pukul 6.50 petang. Mama temankan aku tunggu bas Jengka Liner di perhentian bas simpang Jengka 20.

Anyway, kali nie nak cerita tentang kejadian yang berlaku di Jengka 20 kelmarin. Di saat aku tidur lena, rupa - rupanya malam tu, ada 2 rumah kena pecah masuk dekat Jengka 20. Sampai ada yang kena tetak dan kena belasah dek penyamun.

Ini muka depan akhbar Sinar Harian.


Ini plak petikan dalam akhbar Sinar Harian.
JENGKA 20 – Dua rumah di Felda Jengka 20 disamun sekumpulan perompak bersenjatakan parang hingga menyebabkan lima mangsa dari dua keluarga itu mengalami kecederaan.

Mangsa, Kamariah Awang, 55, berkata, ketika kejadian, dia sedang tidur bersama anak manakala suaminya, Abdul Razak Hassan, 65, tidur di bilik berasingan.

"Saya terjaga dari tidur akibat disuluh dengan lampu oleh penjenayah. Sebaik sahaja terjaga, saya terus dipukul dengan sebatang kayu.

"Suami saya yang terjaga kerana mendengar kekecohan terbabit terus menjenguk bilik saya dan menolak penjenayah yang memukul saya ketika itu," katanya.

Tambahnya, penjenayah terbabit terjatuh sebelum bangkit semula dan menetak suami mangsa menggunakan sebilah parang.

"Penjenayah terbabit menetak suami saya beberapa kali sehingga menyebabkannya cedera di bahagian kepala, bahu kanan dan pergelangan tangan kiri," katanya.

Dalam kejadian pergelutan terbabit, penjenayah sempat merampas seutas rantai leher dan gelang tangan yang dianggarkan bernilai lebih RM1,000.

"Penjenayah bertindak ganas merampas rantai dan gelang saya sehingga menyebabkan leher dan pergelangan saya lebam.

"Ketika itu, saya lihat darah suami saya berselerak di lantai sebelum penjenayah terbabit terus mendesak saya menyerahkan barang berharga," katanya.

Sementara itu, menantunya, Nasaruddin Omar, 42, yang sedang tidur di ruang tamu ketika kejadian tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan keluarganya.

"Ketika itu, seorang daripada penjenayah bertindak mengacukan parang kepada saya. Saya terdetik untuk melawan, namun memikirkan dua anak saya ada bersama, saya bertindak mendiamkan diri dan menyelubungi kedua anak saya dengan selimut agar mereka mendiamkan diri," katanya.

Menurut Nasaruddin, penjenayah terbabit dipercayai memasuki rumahnya dengan memotong besi tingkap di salah satu bilik rumahnya.

Selepas perompak terbabit melarikan diri, mangsa bertindak menghubungi polis dan suaminya di bawa ke Hospital Jengka untuk menerima rawatan.


Kejadian yang sama turut terjadi kepada sebuah lagi rumah milik Siti Fatimah Ismail, 59, di tanah rancangan terbabit.

Dalam kejadian itu, Siti Fatimah yang terdengar jeritan anak perempuannya, Azura Mohamad, 30, yang sedang tidur di ruang tamu bersama seorang jiran, Munah Sahadan, 73, bergegas untuk menyelamatkan mereka.

Namun salah seorang daripada empat penjenayah terbabit bertindak ganas memukul mangsa dengan menggunakan belakang parang sehingga mengakibatkan tangan kanannya patah.

Menceritakan detik cemas terbabit, Siti Fatimah yang masih trauma memberitahu, penjenayah terbabit turut meragut dua gelang tangan emas miliknya dan anak perempuannya.

"Kejadian berlaku dengan pantas. Di sebuah bilik, menantu saya yang mendengar pergelutan itu menjerit dan memberitahu polis akan datang.

"Mungkin kerana terkejut mendengar jeritan menantu saya, kesemua perompak itu melarikan diri," katanya.

Dalam kejadian itu juga, anak perempuannya mengalami kecederaan di kepala dan kini turut dirawat di Hospital Jengka manakala Munah pula hanya cedera ringan.

Seperti mangsa pertama, perompak terbabit turut memasuki rumah Siti Fatimah dengan cara memotong besi tingkap di bahagian belakang rumahnya.


Kalau korang nak tahu, sebenarnya ini bukan pertama kali berlaku kejadian pecah rumah dekat Jengka 20 nih. Dah banyak kali. Dulu masa kakak aku jadi kerani dekat pejabat JKKR. Punya banyak kali pejabat tu kena pecah masuk.

Wang tunai, duit syiling, ikan peliharaan dengan selipar semua licin kena songlap. Tak tau la budak dadah ke apa nak curi selipar ngan duit syiling sekali. Tapi tak pernah pown pihak atasan nak buat report polis atau ambil tindakan.

Paling drastik tindakan pihak pengurusan nak tahu apa.? Tuduh akak aku yang curi semua duit dalam tu.! Adoi. Malas nak cakap apa kan. Tapi, memang stupid la nak tuduh akak aku yang curi duit dan barang2. Padahal dah jelas pejabat tu 2 - 3 kali kena pecah masuk dek penyamun.


Tadika dekat sebelah pejabat tu pown pernah kena pecah masuk. Habis periuk belanga kena curi. Memang cikai punya orang la curi benda2 camtu. Aku malas nak tuduh mana - mana pihak. Tapi aku nak kritik tahap keselamatan dan tindakan pihak pengurusan Felda.

Dari dulu 'play save' je diorang. Buat - buat tak ambil peduli. Sekarang, dah ada orang kena samun, tetak, belasah. Ayat diorang just, ''pengurusan Felda menggesa agar kawalan sedia ada di tanah rancangan terbabit diperketat lagi.'' Ayat yang sama tu la duk ulang dari dulu.

Dulu pihak pengurusan Felda kata nak ketatkan kawalan. Tapi, cuma ketatkan kawalan keluar masuk. Itu pun RELA yang terdiri dari pakcik2 tua yang jaga pos kawalan. Pakcik - pakcik tu semua bukan kuat dah. Mana la indon atau budak2 dadah tu nak takut.

Sedih aku kalau tempat aku jadi macam nie. Risau dengan keselamatan mak, adik dan abang aku kat rumah tu. Kawasan rumah aku semua janda - janda je yang tinggal. Macam mana nak protect diri kalau kena serang dengan penyamun.


Aku harap sangat, pihak pengurusan dapat lakukan sesuatu untuk kukuhkan tahap keselamatan warga Felda Jengka 20. Tolong.! jangan buat lagi tuduhan tak berasas macam akak aku kena dulu. Serius itu buat aku pandang rendah kat korang.

Panjang plak aku membebel. Dah, Jangan nak saman aku plak. Kritik sikit je kowt. Nak suruh aku betul2 kritik, memang banyak benda lagi ye. Tak sentuh lagi pasal kroni, pasal pinjaman rumah, pasal rumah untuk generasi kedua. Serius banyak.!

Tapi, for now, laksanakan tanggungjawab dengan amanah ok. Jaga keselamatan kami. Jaga kebajikan keluarga kami. Korang dibayar gaji untuk itu. Kan.??
.
. www.tips-fb.com

BLOG PAHANG: 06 <b>di jengka</b> - Google Blog Search

Posted: 07 Apr 2012 11:15 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Bekalan air selalu terputus <b>di Jengka</b> | Aduan Rakyat Online

Posted: 14 Feb 2012 10:31 PM PST

Saya ingin membuat aduan berkenaan bekalan air paip yang kerap terputus bekalan sejak akhir2 ini. Bayangkan dlm minggu ini sahaja sudah 3 kali bekalan air paip terputus dan bekalan terputus sekali seminggu sudah menjadi kebiasaan di sini. Ini menyukarkan aktiviti seharian penduduk di sini khususnya dan membebankan rakyat amnya.

Alasan yang diberikan oleh pihak JBA atau nama barunya PAIP ialah bekalan elektrik yang senantiasa terputus di loji air Batu Sawar. Jika benar sebagaimana alasan yang diberikan, pihak berkenaan seharusnya peka dengan masalah tersebut dan segera memperbaiki segala kerosakan dengan kadar yang segera.

Memalukan!!! Itu yang dapat saya gambarkan keadaan di sini sedangkan kerajaan Negeri Pahang hendak menjual air ke Selangor walhal keadaan di negeri sendiri tidak terurus.

Memalukan!!! Nama bandar sempena PM ke 3 iaitu ayahanda Perdana Menteri sekarang Dato' Seri Najib Tun Abdul Razak seringkali terputus bekalan air paip sedangkan BTAR JENGKA adalah bandar kemegahan orang melayu di Malaysia.

Memalukan!!! Bilamana wakil rakyat yang dilantik serta pegawai di Jabatan Bekalan Air gagal menjalankan tugas memastikan perkara remeh temeh seperti ini sentiasa berulang sedangkan ini adalah keperluan asas bagi semua rakyat Malaysia. Bagaimana hendak memikul tanggungjawab lebih besar jika masalah bekalan air yang masih lagi berterusan sejak 25 tahun yang lalu?

Moga aduan saya yang mewakili seluruh warga Bandar Tun Abdul Razak Jengka, Pahang Darul Makmur mendapat perhatian pihak berkaitan terutama YAB Perdana Menteri Dato' Seri Najib Tun Razak kerana jgn kerana perkara remeh sebegini, sokongan rakyat pada PRU 13 akan datang kepada kerajaan BN jatuh merudum.

Sekian, wassalam.

By: achoy

PERINGATAN:  AduanRakyat.com.my tidak bertanggungjawab terhadap aduan yang diutarakan melalui laman web ini. Ia adalah aduan peribadi pengadu dan tidak semestinya menggambarkan pendirian AduanRakyat.com.my.

Aduan yang berkaitan:

06 di janda baik - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di janda baik - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di janda baik</b> - Google Blog Search

Posted: 30 Apr 2012 11:08 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di janda baik</b> - Google Blog Search

Posted: 29 Apr 2012 11:36 PM PDT

URL Sumber Asal :-

The Sinners Almanac: Back to <b>Janda Baik</b> with Dad - pictures tell <b>...</b>

Posted: 29 Apr 2012 07:06 PM PDT

Yesterday late morning, me and my dad made a short lunch trip to Janda Baik. Remember the place? I went there earlier this year with my pal, Moses (See below for earlier postings). It was a gentle drive on a hot day, so no hurry to get anywhere on time. The road was not too heavy with traffic because it was not a long weekend, and in less than forty minutes we were disembarking at the small town of Bukit Tinggi, Pahang, which sat at the foothill of Janda Baik.
As it turned out, it was not Kak Dah's house. But the kindly gentlemen who lived there with his wife (who coincidentally was also named Zaidah) tried to help us. Haji Aziz (for that is his name) made a few phone calls and found out that Kak Dah is not staying here, but her brother is. Alas, both her mother and father, who were my parents' good friends, have both passed away. Haji Aziz gave us directions to Kak Dah's house but we couldn't find it. Why didn't I take his number? But never mind, because we made a new friend in Janda Baik. Which is always a happy ending for a day's outing however way you look at it.

Thank you for keeping me company, sunshine.

Janda Baik Earlier Posting:
* A Village of Good Widows - Pictures tell stories
* Tao of Banana - a berryful contemplation of gratitude

wa min Allah at-taufiq

Hate has no place in Islam

Saujana <b>Janda Baik</b> » Review from Dina (ForeFront Studio)

Posted: 26 Apr 2012 09:43 PM PDT

Comfort: From all the feedback that i have gotten from my team-members. Everyone truly enjoyed their stay at the Saujana Janda Baik.

Cleanliness: Cleanliness was awesome. It kinda shocked us all at how clean everything was.The standard was why in the cleanliness.

Facilities: We did not use the barbecue pit. However, im glad all the fan and there were enough electrical plugs around for us to use for ALL our electrical purposes (toaster/grill/steamboat/ricecooker/etc).

Effectiveness: Um, we were lucky enough to have met En.Ahmad Senior, your mum, sister and wife. The welcome was awesome. The only problem we had during the stay was a small um.. misunderstanding/miscommunication. We had inform En.Ramaly, when he was cleaning the villa when we arrive that we would like to have 2 tents and was informed they will put it up soon. As evening was coming to an end, and the tents were not up, we called at 6.15-6.45pm. I was met with a rather annoyed reply and the line was abruptly disconnect. About 15-20mins later, he came and put up the tent. Other than that it was ok!

Friendliness: Your and your family were awesome, SO was Mr.Ramaly and wife.

Note from Saujana Janda Baik Management: Thank you for you comments! We will get in touch with En Ramaly about it – he's usually very cheery! And sorry for the late tent setup.

Catering: Although it was last minute, i was truly happy that En.Izzat agreed to cook for our batch of 20 pax. However, for RM15/pax the food was just ok. What we got for the meal was Fried rice , Fried Mee, Ayam masak merah, Ikan masak kicap, sayur campur, orange cut fruit, teh tarik and orange cordial. The orange wasnt as fresh and the cordial was flavourless. =). For an order for 20 pax, what came was enough for about 12-15 pax..=). But we were pretty appreciative that En.izzat took our order although it was last minute.

Note from Saujana Janda Baik Management: We have forwarded your feedback to En Izzat and he explained that because the order was last minute (on the same day), he only had limited supplies to work with (since he had other catering orders that day, too) so he did the best he could. Nonetheless, apologies about the fruits and cordial!

Team-building/Activities: It was something that everyone was thinking would be just OK. However, it took everyone by surprise how much fun it was. It was over expectation, and that is thanks to you. At the same time, it gave me good feeling to know all that was planned turned out awesome.

With that I have proud of the weekend. As with the good job of the place, organizer , the planning and hardwork from my team. It was a great success!!

With that we would like to thank you.

And May Allah bless you and your family always .

Btw, Everyone raved about the cookie [Siraj's CHoC] =)

-Dina, ForeFront Studio

The Sinners Almanac: Back to <b>Janda Baik</b> with Dad - pictures tell <b>...</b>

Posted: 29 Apr 2012 07:06 PM PDT

Yesterday late morning, me and my dad made a short lunch trip to Janda Baik. Remember the place? I went there earlier this year with my pal, Moses (See below for earlier postings). It was a gentle drive on a hot day, so no hurry to get anywhere on time. The road was not too heavy with traffic because it was not a long weekend, and in less than forty minutes we were disembarking at the small town of Bukit Tinggi, Pahang, which sat at the foothill of Janda Baik.
As it turned out, it was not Kak Dah's house. But the kindly gentlemen who lived there with his wife (who coincidentally was also named Zaidah) tried to help us. Haji Aziz (for that is his name) made a few phone calls and found out that Kak Dah is not staying here, but her brother is. Alas, both her mother and father, who were my parents' good friends, have both passed away. Haji Aziz gave us directions to Kak Dah's house but we couldn't find it. Why didn't I take his number? But never mind, because we made a new friend in Janda Baik. Which is always a happy ending for a day's outing however way you look at it.

Thank you for keeping me company, sunshine.

Janda Baik Earlier Posting:
* A Village of Good Widows - Pictures tell stories
* Tao of Banana - a berryful contemplation of gratitude

wa min Allah at-taufiq

Hate has no place in Islam

06 di temerloh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di temerloh - Google Blog Search


Hujung Dunia: Pasaraya TF <b>di Temerloh</b> Mall bersedia untuk dibuka !

Posted: 27 Apr 2012 10:42 AM PDT

Jalan Taman Jaya, Temerloh
Senang la orang area pinggir bandar Temerloh nak dapatkan ikan & sayur-sayur segar !

06 di merapoh - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

06 di merapoh - Google Blog Search


BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 26 Apr 2012 09:18 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Apr 2012 09:35 PM PDT

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 04 Mar 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 04 Mar 2012 09:15 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 09:20 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 04 Feb 2012 09:33 PM PST

URL Sumber Asal :-

Midie <b>Merapoh</b>: Mak mahu ke Pulau Pinang

Posted: 12 Mar 2011 12:00 AM PST

Kesian sangat pada mak aku ni. Semakin hari semakin uzur. Dulu masa di rumah aku, boleh juga dia pergi ke ruang tamu menonton televisyen jika bosan dengan berjalan perlahan-lahan berpapah kat dinding tetapi sekarang ni dia hanya terbaring di katil di biliknya sahaja. Kalau bangunpun untuk buang air atau makan. Makanannya kami kena hantar kat bilik kerana dia tak larat nak duduk lama-lama di kerusi.

Penyakit kencing manis dan jantungnya semakin teruk. Dulu ubatnya pil sahaja tetapi sekarang doktor kata mak aku perlu disuntik insulin. Masa di rumah aku ni, aku tolong suntik insulinnya dua kali sehari. sekali pagi dan sekali petang. Memang aku rasa ngeri untuk menyuntiknya tetapi apa nak buat, dah terpaksa.

Baru-baru ni mak aku dimasukkan ke wad semula setelah dibawa ke hospital oleh abang cik aku. Semasa aku balik ke Merapoh pada Hari Raya Haji baru-baru ni, aku memang dah perasan yang mak aku nampak macam tak berdaya sahaja. Aku ajak dia ke rumahku di Temerloh tetapi dia enggan dengan alasan kerja-kerja membuat bilik dan mengubahsuai bahagian depan rumahnya di Merapoh ni belum siap sepenuhnya. Dia kena tunggu sehingga selesai semua urusan itu barulah boleh ambilnya. Walaupun keberatan meninggalkannya dalam keadaan begitu tetapi aku tak bolehlah memaksanya.

Beberapa hari kemudian aku bertambah bimbang selepas menelefonnya di kampung. Suaranya memang macam tak sihat sangat lalu aku sms semua adik beradik aku yang jauh untuk memaklumkan keadaan mak aku itu. Abang cik aku di Keratong dengan penuh perihatin terus balik ke Merapoh untuk melihat mak aku. Kemudianm dia membawa mak aku ke Hospital Temerloh lalu mak dimasukkan ke wad. Terima kasihlah abang cik atas keperihatinan itu. Semoga menjadi contoh dan teladan kepada kita semua.

Setelah hampir dua minggu di wad, barulah mak aku dibenarkan keluar. Masa di wad kami semua bergilir-gilir menemaninya di wad itu. Kakde, Kakjang, Kakdak, dan abang cik tidur di wad lebih kurang tiga malam seorang. Bila tiba giliran aku, Alhamdulilah mak dibenarkan dibawa pulang dan aku membawa mak ke rumah aku di Taman Temerloh Jaya.

Aku memang dah lama merancang untuk pergi berjalan atau melancong ke Pulau Pangkor dalam cuti sekolah hujung tahun ini. Aku tertarik mendengar aktiviti snorkeling seperti yang diceritakan oleh seorang rakanku yang pernah pergi ke sana. Sebelum ke situ aku merancang untuk menziarahi abang bong aku yang sudah lama sakit di Penaga, Pulau Pinang. Tempat jauh ni susahlah nak datang melawat kerana bukan sahaja jaraknya yang jauh tetapi kita juga kena bersedia dengan masa dan wang ringgit. Memang sudah lama aku tak melawat abang bong aku yang sakit tu tetapi apakan daya, keadaan tidak mengizinkan aku ke sana selalu.

Aku ceritakan hasrat aku itu kepada mak aku. Aku juga beritahunya tidak dapat membawanya sekali dengan alasan dia masih terlalu lemah untuk ke sana. Aku ingin menghantar mak aku ke rumah abang cu aku di Bagau Parit sementara aku berjalan ke sana. Sebelum itu aku ada bercerita kepada abang-abang dan kakak-kakak aku tentang perkara itu dan mereka semua melarang aku membawa mak aku berjalan sekali memandangkan dia masih terlalu lemah.

Aku lihat mak aku diam saja setiap kali aku beritahu akan menghantarnya nanti ke rumah abang cu di Bagau Parit. Sehari sebelum aku bertolak ke Pulau Pinang, aku ajaklah mak aku ke rumah abang cu tetapi rupanya mak aku ingin mengikutku walaupun keadaannya seperti itu. Puas aku memujuknya supaya tinggal sahaja di rumah abang cu tetapi dia tetap bertegas untuk mengikut kami ke Pulau Pinang yang memakan masa 6 hingga 7 jam perjalanan dari Temerloh. Aku risau nanti dia tidak larat duduk di dalam kereta selama itu,  apatah lagi dia baru sahaja beberapa hari keluar dari wad. Bagaimanapun akhirnya aku dengan rela hati membawa juga mak aku memandangkan kesungguhannya untuk mengikutku ke sana walaupun mungkin menerima risiko mak jatuh sakit dek kerana terlalu keletihan berjalan. Aku cukup tersentuh apabila dia berkata "Nak risau apa, kan awok ada!". Aku bertawakkal kepada Allah, semoga mak aku selamat pergi dan pulang.

Kenapa mak aku beria-ia sangat nak mengikutku ke Pulau Pinang?

Sebenarnya mak aku tu terlalu rindukan abang bong. Abang bong memang dah tak berdaya untuk datang menjengoknya. Khabarnya penyakit abang bong semakin teruk sekarang. Entah kenapa bahagian belakang dan lehernya membengkak tanpa diketahui sebabnya.

Setibanya kami di rumah abang bong kira-kira pukul 4.30 petang. Di muka pintu rumahnya, aku terus nampak abang bong tersenyum sambil memandangku. Aku memberi salam dan terus menuju kepadanya yang tersandar di kerusi malas untuk bersalaman. Aku melihat wajahnya, dia lebih kurus dan cengkung daripada masa aku datang ke rumahnya hampir setahun lalu. Aku melihat dan merasa tempat bengkakan di leher dan di belakangnya. Bengkak itu agak besar dan rasanya keras bagai ada tulang di dalamnya. Katanya tempat itu memang sentiasa terasa sakit bagai ada duri yang menusuk. Ada masa rasa sakitnya terlalu kuat dan ada masanya agak reda. Masa redalah dia dapat terlelap sesekejab di kerusi malas itu. Cubalah bayang jika kita berada di tempatnya sekarang yang sentiasa menanggung sakit dan tidak dapat tidur secukupnya sudah lebih setengah tahun. Adakah kita terus bersabar dan mampu tersenyum sepertinya...

Dia memberitahuku di kerusi inilah dia duduk setiap hari termasuklah pada waktu malam. Dia tidak dapat tidur di katil kerana bengkak di belakang dan lehernya itu akan lebih terasa sakitnya apabila berbaring di atas katil. Di kerusi inipun bukanlah dapat tidur lena sangat tetapi dia berasa lebih selesa dan dapatlah terlelap juga sekali sekala...

Full content generated by Get Full RSS.
Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 03 Feb 2012 09:19 PM PST

URL Sumber Asal :-

Suzani + Atikah « Kerul Shukor | Jurufoto Kahwin, Jurugambar <b>...</b>

Posted: 14 Jan 2012 03:39 PM PST

Suzani + Atikah

Assalamualaikum,

Entri 1st untuk tahun 2012 walaupun sudah 2 minggu 2012 bermula, tak terlambat lagi aku nak ucapkan selamat tahun baru kepada korang. Bermulanya tahun 2012 ni aku berharap agar ada peningkatan demi peningkatan untuk aku berjaya dalam bidang yang aku minati ini, aku akan cuba buat terbaik, InsyaAllah. Ok, kali ni pasangan Suzani dan Atikah yang berlansung di Temerloh dan belah lelaki pula di Merapoh. Bukan Jemapoh tau, tu cerita "Dari Jemapoh ke Manchester",hehe. Tapi perjalanan ke Merapoh boleh tahan juga jauhnya, 3 bandar aku tempuh, mula-mula Bentong, Raub dan Kuala Lipis. Tapi Raub dan Kuala Lipis 1st time aku ke sini, harap je orang Pahang. Hahaha..






















Cerita pasal Merapoh tadi, aku ditemani oleh 2 jejaka hensem yang sudi ikut aku ke sana, terima kasih K.A dan Ajak. Ok, kepada kedua pengantin, semoga kalian berbahagia sampai akhir hayat, InsyaAllah.

Wassalam~

Kerul Shukor
Jurufoto
Email: kerulshukor@gmail.com
Tel: 017.209.2184
YM: kerulala

  

Tags: , , , , , , , ,

Like this post? Share it!

Full content generated by Get Full RSS.

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Mar 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Mar 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Mar 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 02 Mar 2012 09:24 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG PAHANG: 06 <b>di merapoh</b> - Google Blog Search

Posted: 20 Apr 2011 06:07 PM PDT

URL Sumber Asal :-

Gunung Tahan: Kuala Juram(<b>Merapoh</b>)-Tahan-Kuala Juram – Part II

Posted: 20 Apr 2011 06:11 PM PDT

Sebenarnya, ini kali pertama aku pergi hiking dengan fullpack atas belakang. Nak-nak pulak trip yang maybe boleh mencecah 5 hari 4 malam. Betapa berdebornya jantung aku ni tuhan saja yang tahu. Dahle tak pegi training. Main redah je. Tapi alhamdulillah semua selamat.

Boleh dikatakan trail yang aku lalu sepanjang 4 hari ni adalah kombinasi segala trail yang pernah aku lalui di Gunung Datuk, Gunung Nuang, Gunung Brinchang, Gunung Ledang dan lain-lain. Semua ada. Nak yang kering, yang basah berselut sampai lutut, yang berpacat dan tak ketinggalan yang pacak sampai menyesal pegi hiking. Pendek kata, trail ni adalah best!

Sedikit info mengenai Gunung Tahan.

Lokasi: Pahang.
Ketinggian: 2,187 meter (7,175 kaki)

Travel log hari kedua, 6 April 2011;

6:30 AM – Bangun tidur (kononnya. haha)
9:18 AM – Bergerak ke Permatang
10:15 AM – Tiba di Permatang
10:30 AM - Bergerak ke Kem Kubang
12:45 PM – Tiba di Kem Kubang
2:00 PM – Bergerak ke Botak (Perancangan asal)
2:50 PM – Tiba di Belumut
6:45 PM – Tiba di Bonsai (Bermalam di Bonsai sahaja lah sebab hari dah nak gelap)

Total 37 Photos

Sila teka apa tu? Itulah taik gajah. Yang kat tengah tu dah kene lanyak dengan budak-budak ni. Takde kesedaran sivik betul. Tahi pon nak lanyak ke? Haha.

2. Selepas 3 sungai besar, sampai lah ke Lata Luis. Sini ada campsite. Bole juga kalau nak bermalam kat sini.

3. Lata Luis. Tatau nak letak caption apa. OK aku tau, pemandangan yang nyaman.

4. Masih di Lata Luis. Kat sini la aku rasa mcm nak berendam macam anak dara berkemban dalam sungai tu sebab penat gila. Tapi bila pikir kesedaran sivik dan risau takot ada orang berdarah hidung(sebab kene tumbuk), aku batalkan niat tu.

5. Lata Luis ada air terjun. Yelah, nama pon lata. Kalau takde air terjun kang ada orang buat mogok lapar lak.

6. Akhirnya sampai di Kem Kor. Kem paling besar dan paling selesa. Cuma jamban je out of service. Tak jadi masalah, buang saja di tepi sungai. (no no no no jangan dalam sungai/air ye)

7. Kem Kor adalah destinasi pertama kami. Sebelah kem ada sungai. Boleh mandi tapi sebab sejuk sangat aku tak mandi. Aku amik aiyor semayang je. ANAAAAAAK SAPAAAA LAAAAA NIIIII??

8. Bila pandang ke atas, tetibe insap dan rasa kita ni kecil saja.

9. Cendawan comel di Kem Kor. Nama beliau Cembawam. Hai!

10. Masih di Kem Kor. Awan putih, langit biru, daun kayu hijau. Sejuk mata memandang.

11. Bag aku terbongkang berlatarbelakangkan jamban yang takleh pakai di Kem Kor.

12. Aku teringat ada orang takut belalang. Bila beliau hinggap atas stokin yang aku jemur ni, aku pon amik la gambar beliau.

13. Malam pertama kami di Kem Kor. Banyak agas kat sini. Seb baik aku pakai baju lengan panjang & seluar trek. Kalau idok, menggaru le jawabnya. Malam tu jugak hujan turun. Alhamdulillah tak lebat. Jadi kami dapat tido dengan selesa. Tanpa ada insiden khemah banjir macam aku penah kene dekat Kem Sungai Pauh. T_T

14. Tengah sembang-sembang tetiba awan jadi merah, pokok-pokok jadi merah. Aku, Azam, Lair terkejut. Haha. Ingatkan apa dah jadi. Rupanya reflection sunset dari belah yang bertentangan. Subhanallah!

15. Makan malam kami di Kem Kor. Nasi goreng lembik berlauk daging dan ikan bilis. Terbaek wei sebab lapar dan letih. Tak dilupakan cendawan keras di tengah sebab rendam sekejap saja. Haha.

16. Pagi yang gelap kini sudah terang, mari bukak khemah dan susun balik barang-barang nak bawak dan kumpul barang yang nak tinggal untuk kegunaan on the way balik.

17. Stock makanan simpanan yang akan dikutip bila balik nanti di Kem Kor. Pikul yang perlu sahaja ke kem seterusnya.

18. Isnin T/Hari : Bukan bungkusan kami. Peninggalan pendatang sebelum kami di Kem Kor.

19. Kem Kubang. Mula-mula plan nak tido kat sini tapi kami otimis dan mahu terus ke Kem Botak! Jadi, bolos saja dinding ittewww! Selepas berehat, terus menuju ke Botak.

20. Mistkul rasanya! Sejuk gak la bila berkabus tuu.

21. Kem Kubang adalah setinggi 1406meter dari aras laut. Ia adalah 200 meter lebih tinggi dari Gunung Ledang yo! Patutler sejuk.

22. Macam ni la rupa tanah dekat campsite Kubang. Seb baik belah tengah tu kering sikit. Lepas amik gambar ni, kamera aku jatuh dari celah kangkang aku. Cepelet! Hahahahaha padan muka abis D50 aku mandi selut. T_T

23. Tengok la keadaan dia. Mana tak dinamakan Kubang. Hehe.

24. Group photo di Belumut. Boleh tahan penat la masa ni. Tapi apakan daya, jauh lagi beb nak sampai ke Bonsai.

25. Ya, Belumut bukan berlumut. Tempat ni memang lembab dan basah. Takleh imagine sapa yang camping kat sini.

26. Belumut yang berlumut. Jaga langkah. Silap-silap boleh tenggelam sampai ke lutut. Salah langkah boleh sangkut dekat akar dan patah kaki. Ini bukan trail main-main boi!

27. Ok sila pose. Aku nak amik gambar ni. OK blur padan muka. Haha.

28. Burung Merbah terjinak di dunia. Haha. Beliau lompat-lompat saja ikot aku. Kasi tangan dia datang dekat ingat ada makanan. Tak penah amik gambar burung sedekat ni (focal length 20mm saja yo!) Memang depan-depan je aku snap. Lepastu rasa cuak. Betul ke burung tu?

29. Trail belumut ke Bonsai. Memang berlumut lah!

30. Fogging. Itu je la kerja Azam. Ni dekat satu tempat yang dinamakan pemandangan sebab ada pemandangan yang santet.

31. Yahuu sudah sampai di Bonsai yang sejuk. Mulai kawasan ni, semua pokok adalah renek-renek dan cute sahaja. Hotel malam ni setinggi 1705m dari aras laut.

32. Unpacking dan pasang khemah di Bonsai. Penat gila 2nd day ni. Target sebenar nak terus ke Botak dari Kem Kor dibatalkan sebab hari sudah hampir gelap.

33. Mengintai dari celah awan.

34. Pasang fly - canvas yang akan menjadi bumbung khemah. Tali ditarik dari hujung kiri ke hujung kanan. Malam ni tidur dalam kesejukkan di Bonsai!

35. Dari Belumut. Inilah penangan selut tak hengat sepanjang trek. Memang saiko abis. Seb baik tak bawak Nabila. Kalu tak kompem nanges.

36. Tahapebende tah Abang Man tunjuk kat sana. Semua meneropong dengan penuh kekaguman.

37. Orang lain sibuk memasak/kemas barang aku sibuk ngambik gambor. Hehe. Sunset di Bonsai.

Bersambung part III.

Rating: 10.0/10 (4 votes cast)
Gunung Tahan: Kuala Juram(Merapoh)-Tahan-Kuala Juram - Part II, 10.0 out of 10 based on 4 ratings

Related posts:

  1. Gunung Tahan: Kuala Juram(Merapoh)-Tahan-Kuala Juram – Part IV
  2. Gunung Tahan: Kuala Juram(Merapoh)-Tahan-Kuala Juram – Part III
  3. Gunung Tahan: Kuala Juram(Merapoh)-Tahan-Kuala Juram – Part I
  4. Gunung Kinabalu – Part IV
  5. Gunung Ledang – Part I
Tags: , , ,

Contoh-contoh Karangan Sekolah Rendah: Surat Kiriman Rasmi <b>...</b>

Posted: 23 Apr 2012 10:06 PM PDT


Setiausaha,
____________________________________________________________________________

Pegawai Daerah,

Pahang.                                                                                                                 24 APRIL 2012

Tuan,

Pencemaran di Kampung Merapoh

Saya Wahab bin Ali,  Setiausaha  JKKK  Kampung Merapoh ingin memaklumkan beberapa masalah yang dihadapi oleh penduduk kampung ini. Hal ini berlaku sebaik sahaja pembukaan sebuah kilang simen di kawasan bekas lombong emas yang dilakukan tanpa mempedulikan kebajikan dan keselamatan penduduk kampung ini.


2.          Pembukaan kilang ini telah menyebabkan debu-debu beterbangan. Hal ini mengakibatkan rumah penduduk kampung dipenuhi dengan debu serta menjejaskan kesihatan penduduk. Ramai penduduk yang menghidap asma dan batuk sejak akhir-akhir ini.
4.          Sungai Merapoh yang dahulunya merupakan sumber ikan bagi penduduk kampung kini telah dicemari dengan bahan-nahan merbahaya meyebabkan ikan-ikan di sungai itu hampir pupus. Airnya yang jernih kini sudah menjadi keruh kemerah-merahan dan boleh meyebabkan kegatalan atau penyakit kulit. Kecerian di sepanjang sungai itu yang menjadi tempat penduduk kampung memancing atau berekreasi kini tiada lagi.

3.          Selain itu, lori-lori  yang mengangkut simen dan batu sering dipandu dengan laju dan membahayakan keselamatan penduduk. Jalan raya utama ke kampung ini yang berhampiran dengan Balai Polis Kampung Merapoh itu telah rosak teruk tanpa dipedulikan sejak 5 bulan lepas. Lori-lori tersebut menggunakan laluan ini kerana hanya laluan ini sahajalah untuk ke kilang simen itu dari jalan besar. 

5.           Oleh itu, pihak JKKK Kampung Merapoh, dan penduduk kampung ini ingin pihak tuan mengambil tindakan yang sewajarnya bagi menyelesaikan masalah kami ini.

Sekian, terima kasih.

Yang benar,

.................................

Contoh Surat Kiriman Rasmi ini telah disalin oleh:
dari Sekolah Kebangsaan Seri Tualang pada 21 April 2012.
 

BLOG PAHANG

Copyright 2010 All Rights Reserved